BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Sebanyak 100 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lampung mulai mendapat pembekalan khusus menghadapi kebutuhan tenaga kerja industri perhotelan.
Pelatihan peningkatan kapasitas tersebut dibuka Orang nomor satu di Lampung yang diwakili Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lampung Agus Nompitu, di Gedung Sakura Politeknik Negeri Lampung (Polinela), Senin, 21 September 2026.
Bukan sekadar pembekalan umum, pelatihan difokuskan pada dua bidang pekerjaan yang berkaitan langsung dengan operasional perhotelan.
Kedua bidang tersebut yakni housekeeping dan waitress.
Dari 100 peserta, sebanyak 80 orang mengikuti pelatihan housekeeping.
Sementara itu, 20 peserta lainnya mendapat pelatihan sebagai waitress.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Lampung Agus Nompitu menyampaikan, pelatihan vokasi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan calon PMI.
Pelatihan tersebut ditujukan agar calon PMI memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
"Program pelatihan vokasi ini memiliki peran penting dalam peningkatan kompetensi bagi calon pekerja migran yang terampil dan tersertifikasi," kata Agus, Selasa, 22 September 2026.
Menurutnya, kompetensi menjadi salah satu modal penting bagi calon PMI sebelum bersaing di pasar kerja internasional.
Dengan keterampilan yang lebih spesifik, calon PMI diharapkan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu memenuhi standar industri.
Pelatihan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Lampung yang hendak bekerja di luar negeri.
Hal tersebut khususnya menyasar calon PMI pada sektor jasa dan perhotelan.
Persiapan kompetensi menjadi penting mengingat bekerja sebagai PMI tidak cukup hanya mengandalkan keberangkatan dan penempatan.
Calon pekerja membutuhkan keterampilan yang sesuai dengan posisi yang ditawarkan agar mampu menjalankan pekerjaan berdasarkan standar industri.
Dalam pelatihan kali ini, bidang housekeeping mendapat porsi terbesar dengan 80 peserta.
Sedangkan bidang waitress diikuti 20 peserta.
Komposisi tersebut menunjukkan pelatihan diarahkan pada keterampilan teknis yang spesifik, bukan sekadar pembekalan administratif sebelum keberangkatan.
Agus memastikan, peningkatan kompetensi dan sertifikasi menjadi bagian penting dalam membentuk PMI yang terampil.
Artinya, sertifikasi diharapkan dapat menjadi bukti bahwa peserta telah memiliki kompetensi sesuai bidang yang dilatih.
acara tersebut merupakan kerja sama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) dengan Politeknik Negeri Lampung (Polinela). (*)