Wednesday, 09 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

678.021 Warga Tanggamus Terdampak Abu Vulkanik, Ratusan Mengeluh ISPA hingga Iritasi Mata

09 September 2026 20:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
678.021 Warga Tanggamus Terdampak Abu Vulkanik, Ratusan Mengeluh ISPA hingga Iritasi Mata
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Abu vulkanik yang menerpa beberapa wilayah Kabupaten Tanggamus mulai meninggalkan jejak pada kesehatan masyarakat. Hingga Rabu (9/9/2026), sebanyak 678.021 jiwa tercatat terdampak, dengan ratusan warga mengalami batuk atau infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata, dan iritasi kulit.

Data tersebut berdasarkan Laporan Situasi Terkini Dampak Abu Vulkanik terhadap Kesehatan Masyarakat Kabupaten Tanggamus dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus. Dalam laporan tersebut, kondisi masyarakat masih berada dalam kategori waspada.

Wilayah terdampak tercatat meliputi 3 kelurahan dan 299 pekon.

Dari data kesehatan yang dihimpun, sebanyak 467 pasien mengalami batuk/ISPA, 117 pasien mengalami iritasi mata, dan 67 pasien mengalami iritasi kulit.

Selain itu, sebanyak 1.196 pasien tercatat mendapatkan pelayanan rawat jalan.

Tiga pasien lainnya menjalani perawatan di puskesmas. Dua pasien dirawat di Puskesmas Sanggi, sedangkan satu pasien dirawat di Puskesmas Gunung Sari.

Pasien di Puskesmas Gunung Sari tercatat memiliki indikasi penyakit paru dan mengalami lemas.

Hingga laporan tersebut diperbarui, belum ada pasien yang dirujuk ke rumah sakit dan belum terdapat laporan kematian akibat dampak abu vulkanik.

Kelompok Rentan Jadi Perhatian

Dampak abu vulkanik menjadi perhatian serius karena jumlah warga yang berada di wilayah terdampak mencapai ratusan ribu jiwa.

Terlebih, terdapat kelompok rentan yang membutuhkan pemantauan lebih ketat.

Data Dinas Kesehatan mencatat 3.287 ibu hamil, 1.400 ibu bersalin, 5.672 bayi, 27.142 balita, 63.829 anak usia sekolah, dan 55.125 lansia masuk dalam kelompok rentan terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus dr. Herry Novrizal, M.M., menuturkan pemantauan kesehatan masyarakat terus dilakukan, terutama terhadap kelompok rentan.

“Pemantauan aktif terus kami lakukan, terutama terhadap kelompok rentan. Kami memastikan pelayanan kesehatan dan ketersediaan logistik tetap siap untuk menghadapi kemungkinan meningkatnya keluhan kesehatan akibat paparan abu vulkanik,” kata Herry.

26 Puskesmas dan 176 Posko Disiagakan

Dinas Kesehatan mengaktifkan 26 puskesmas untuk menghadapi dampak abu vulkanik.

Selain itu, terdapat 176 posko dan 270 tenaga kesehatan lapangan yang disiapkan untuk melakukan pemantauan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Sebanyak 75.503 masker juga telah didistribusikan kepada masyarakat.

Namun, kebutuhan masker masih menjadi perhatian. Dinas Kesehatan mencatat ketersediaan masker belum sebanding dengan jumlah penduduk Tanggamus yang terdampak.

Stok masker di Dinas Kesehatan tercatat 10.300 keping, sedangkan stok pada 26 puskesmas mencapai 106.500 keping.

Dinas Kesehatan mengemukakan persediaan masker untuk kebutuhan 72 jam ke depan masih tercukupi bagi masyarakat yang harus keluar rumah untuk beraktivitas.

Obat, Oksigen dan Ambulans Disiapkan

Selain masker, Dinas Kesehatan menyiapkan obat-obatan untuk mengantisipasi peningkatan keluhan kesehatan.

Stok di Dinas Kesehatan terdiri atas 39.900 tablet Salbutamol 2 mg, 360 ampul Meprovent untuk kebutuhan nebulizer pasien sesak, serta 22.000 tablet Acetylcysteine untuk keluhan batuk.

Sementara di 26 puskesmas tersedia 756 obat tetes mata, sekitar 38.000 tablet Salbutamol 2 mg, dan 74 tabung oksigen.

Untuk mendukung mobilisasi pasien, sebanyak 30 ambulans juga disiapkan.

Herry menuturkan kesiapsiagaan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya jumlah warga yang membutuhkan pelayanan medis.

“Kami bersama jajaran puskesmas dan tenaga kesehatan tetap siaga. Ketersediaan obat, oksigen, ambulans, masker, serta kebutuhan pelayanan kesehatan lainnya terus kami pantau agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan apabila membutuhkan,” ujarnya.

Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus merekomendasikan pemantauan aktif terhadap masyarakat terus dilakukan, terutama terhadap kelompok rentan.

Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak memiliki keperluan mendesak.

Warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker dan memperhatikan kondisi kesehatan.

“Paparan abu vulkanik yang berlanjut berpotensi meningkatkan keluhan pernapasan dan iritasi mata. Karena itu, kami menyerukan masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak ada keperluan yang mendesak,” kata Herry.

Masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan setelah terpapar abu vulkanik juga diminta segera memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

“Jika muncul keluhan seperti sesak, batuk yang memburuk, atau iritasi mata, segera manfaatkan pelayanan kesehatan terdekat,” ujarnya.

Dengan 678.021 jiwa terdampak, ratusan warga mengalami gangguan pernapasan dan iritasi, sementara puluhan ribu lainnya masuk kelompok rentan.

Situasi tersebut membuat dampak abu vulkanik di Tanggamus tidak lagi sebatas persoalan lingkungan, tetapi telah menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan pemantauan dan kesiapsiagaan berkelanjutan.

Dinas Kesehatan memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan, sementara masyarakat diminta mengurangi paparan abu dan segera mendapatkan pertolongan apabila mengalami gangguan kesehatan. (*) 

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari