BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Erupsi Anak Gunung Krakatau mulai berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Radin Inten II, Lampung, Minggu, 6 September 2026.
Sebaran abu vulkanik di jalur penerbangan membuat enam penerbangan dari dan menuju Bandara Radin Inten II mengalami gangguan.
Lima penerbangan dibatalkan, sedangkan satu penerbangan lainnya mengalami penyesuaian.
General Manager Bandara Internasional Radin Inten II Kiki Eprina Arieanti menyampaikan, pembatalan dan penyesuaian penerbangan dilakukan sebagai langkah keselamatan.
Langkah tersebut ditujukan bagi penumpang dan kru pesawat.
"Penyesuaian dan pembatalan penerbangan ini dilakukan guna menjaga keselamatan, baik penumpang maupun kru pesawat," kata Kiki.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangannya pada Minggu, 6 September 2026.
Lima penerbangan yang dibatalkan yakni:
Citilink Indonesia 904, rute Cengkareng (CGK)–Lampung (TKG).
Lalu Citilink Indonesia 905, rute Cengkareng (CGK)–Lampung (TKG).
Pembatalan juga dilakukan terhadap penerbangan Indonesia AirAsia 178, rute Lampung (TKG)–Jakarta (CGK).
Lalu Indonesia AirAsia 179, rute Cengkareng (CGK)–Lampung (TKG).
Pun begitu dengan Lion Air 241, rute Cengkareng (CGK)–Lampung (TKG).
Sementara itu, penerbangan Garuda Indonesia 073 rute Lampung (TKG)–Jakarta (CGK) mengalami penyesuaian.
Pihak Bandara Radin Inten II memastikan terus berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait.
Koordinasi dilakukan untuk menangani penumpang yang terdampak penundaan maupun pembatalan penerbangan.
Informasi terkait jadwal penerbangan yang terdampak juga terus diperbarui sesuai perkembangan sebaran abu vulkanik.
Calon penumpang diimbau tidak langsung berangkat ke bandara sebelum memastikan status penerbangannya.
Manajemen Bandara Radin Inten II meminta masyarakat memantau informasi penerbangan dan berkoordinasi dengan maskapai masing-masing.
Manajemen InJourney Airports Bandara Internasional Radin Inten II mengemukakan akan terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Sinergi tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan dan penanganan penumpang tetap berjalan di tengah dampak erupsi Anak Gunung Krakatau.
Pihak bandara juga menginginkan kondisi erupsi segera teratasi sehingga operasional penerbangan dapat kembali normal.