Thursday, 22 October 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Bahasa Lampung Makin Tergerus, Pemprov Dorong Siswa Kenali Akar Budaya Lewat Program GSMS 2026

22 October 2026 16:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Bahasa Lampung Makin Tergerus, Pemprov Dorong Siswa Kenali Akar Budaya Lewat Program GSMS 2026
Foto: Radar Lampung

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

- Pelestarian budaya Lampung tak cukup hanya melalui pertunjukan seremonial.

Pengenalan seni dan bahasa daerah kepada generasi muda perlu menjadi bagian dari pendidikan sekaligus membuka ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas.

Upaya itu dilakukan melalui program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Provinsi Lampung 2026.

Selama tiga bulan, Juli hingga September, seniman terlibat langsung dalam pembelajaran di sekolah untuk mendampingi siswa mengenal, mempelajari, dan mengembangkan berbagai bentuk ekspresi seni.

Hasil pembelajaran tersebut ditampilkan dalam Gelar Karya GSMS Provinsi Lampung 2026 yang dibuka di Balai Keratun, Kompleks Kantor Orang nomor satu di Lampung, Rabu, 21 Oktober 2026.

acara ini menjadi ruang bagi siswa untuk menunjukkan kreativitas sekaligus mengapresiasi seni dan budaya daerah yang menjadi bagian dari identitas Lampung.

Orang nomor satu di Lampung melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yanyan Ruchyansah, menyampaikan bahwa pembelajaran seni memiliki peran lebih luas daripada sekadar mengenalkan tradisi.

Seni dapat membantu membentuk karakter, menumbuhkan kedisiplinan, melatih ketekunan, serta membangun keberanian siswa dalam mencoba dan mengembangkan kemampuan diri.

“Anak-anak kita harus mengenal akar budayanya sekaligus memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman,” ujar Yanyan saat membacakan sambutan gubernur.

Menurutnya, seni tradisional perlu terus dikenalkan kepada generasi muda tanpa menutup peluang pengembangan kreativitas melalui teknologi digital dan industri kreatif.

Dengan pendekatan tersebut, pelestarian budaya diharapkan tidak berhenti pada pengenalan kesenian di sekolah, tetapi juga membuka peluang bagi generasi muda untuk menghasilkan karya yang memiliki nilai ekonomi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Thomas Amirico menilai pemajuan kebudayaan membutuhkan langkah berkelanjutan, terutama dalam menjaga penggunaan bahasa daerah dan menyediakan ruang ekspresi bagi pelaku seni.

Menurutnya, penggunaan bahasa Lampung di ruang publik perlu mendapat perhatian bersama.

Perubahan komposisi masyarakat yang semakin heterogen, khususnya di wilayah perkotaan, menjadi salah satu tantangan dalam mempertahankan penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran dan komunikasi yang lebih efektif agar bahasa Lampung tetap dikenal, digunakan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Selain bahasa, ketersediaan ruang pertunjukan seni yang representatif juga dinilai penting.

Ruang ekspresi yang dikelola secara rutin dan terjadwal dapat memberi kesempatan kepada komunitas seni untuk mengembangkan karya sekaligus memperkenalkan kebudayaan Lampung kepada masyarakat luas dan wisatawan.

Kekayaan budaya Lampung, termasuk adat Saibatin dan Pepadun, menurut Thomas, berpotensi dikembangkan melalui pertunjukan seni, acara kebudayaan, dan wisata berbasis budaya.

Ia menginginkan pengembangan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui perencanaan bersama sehingga pelestarian budaya tidak hanya bergantung pada acara seremonial, tetapi juga didukung inisiatif komunitas dan partisipasi masyarakat.

Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganesha Djumaryo mengapresiasi Pemerintah Daerah Provinsi Lampung, seniman, guru, dan siswa yang terlibat dalam program GSMS melalui tayangan video.

Menurutnya, kehadiran seniman di sekolah memungkinkan peserta didik mengenal kekayaan budaya secara langsung, mulai dari seni tari dan musik hingga permainan tradisional.

Ia juga menilai Pekan Kebudayaan Daerah menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan dan mewariskan kekayaan budaya kepada generasi penerus.

Keberlanjutan program GSMS, kata Giring, membutuhkan dukungan berbagai pihak agar seni dan budaya semakin dekat dengan kehidupan generasi muda.

Melalui program ini, Pemprov Lampung menginginkan pendidikan seni dapat terus dikembangkan sebagai sarana pembentukan karakter, penguatan identitas daerah, dan pengembangan kreativitas siswa.

Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan pembelajaran seni di sekolah berlanjut menjadi kebiasaan, penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari, serta ruang berkarya yang dapat diakses komunitas seni secara berkelanjutan. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari