Saturday, 07 November 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Bupati Lampung Barat Perintahkan Disdikbud Terapkan Sekolah Transparan dan Berintegritas

06 November 2026 11:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 12 kali
Bagikan:
Bupati Lampung Barat Perintahkan Disdikbud Terapkan Sekolah Transparan dan Berintegritas
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

H. Parosil Mabsus mendorong perubahan tata kelola pendidikan di daerahnya melalui penerapan sistem Sekolah Integritas.

Langkah tersebut dilakukan setelah dirinya bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melaksanakan kunjungan studi tiru ke SMP Negeri 27 Semarang, Jawa Tengah, Kamis (5/11/2026).

Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda melihat praktik pengelolaan sekolah di daerah lain, tetapi menjadi upaya untuk membawa pola tata kelola pendidikan yang lebih transparan, akuntabel, dan berintegritas ke Lampung Barat.

Parosil ingin sekolah tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya aktivitas belajar mengajar, tetapi juga menjadi lingkungan yang menjunjung tinggi kejujuran dan tanggung jawab.

Salah satu hal yang menjadi perhatian utama Parosil adalah keterbukaan dalam pengelolaan keuangan sekolah, khususnya penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Menurutnya, pengelolaan dana BOS bukan sesuatu yang harus dirahasiakan, melainkan perlu dilakukan secara transparan dan dapat diakses oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Dengan demikian, penggunaan anggaran sekolah dapat diketahui, dipantau, dan dipertanggungjawabkan.

Selain transparansi anggaran, Parosil juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap seluruh aktivitas sekolah serta pelibatan siswa dan orang tua dalam membangun lingkungan pendidikan yang sehat.

Menurutnya, keterbukaan harus menjadi bagian dari sistem pengelolaan sekolah sehingga setiap kebijakan dan aktivitas dapat berjalan sesuai aturan serta terhindar dari praktik penyimpangan.

Ia menggarisbawahi, integritas tidak cukup hanya disampaikan melalui materi pembelajaran atau teori di dalam kelas. Nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan keterbukaan harus diterapkan secara nyata hingga menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Karena itu, kepala sekolah dan guru memiliki peran penting dalam memberikan contoh kepada peserta didik.

“Apa yang kita bawa pulang bukan sekadar oleh-oleh studi tiru, tetapi sistem yang akan kita terapkan. Kalau Semarang bisa, Lampung Barat juga harus bisa,” tegas Parosil.

Dalam kunjungan tersebut, terdapat tiga praktik utama yang menjadi perhatian untuk diterapkan di Lampung Barat.

Ketiganya meliputi transparansi pengelolaan sekolah, keterlibatan siswa dalam menyampaikan aspirasi sekaligus menjalankan fungsi pengawasan, serta keteladanan guru dan kepala sekolah dalam membangun karakter dan budaya integritas di lingkungan pendidikan.

Sebagai langkah konkret, Parosil memerintahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Barat segera menyusun peta jalan atau roadmap penerapan Sekolah Integritas.

Program tersebut direncanakan dimulai dengan menetapkan beragam sekolah menengah pertama (SMP) sebagai sekolah percontohan pada tahun ajaran mendatang. Sekolah-sekolah tersebut diharapkan menjadi awal penerapan sistem pengelolaan pendidikan yang lebih terbuka dan bertanggung jawab.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Muhammad Ahsan, menyambut baik kunjungan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat tersebut.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 27 Semarang, Sutadi, M.Pd., menjelaskan bahwa keberhasilan penerapan sekolah berintegritas dibangun melalui pembiasaan karakter, keteladanan guru, serta tata kelola sekolah yang transparan dan akuntabel.

Praktik tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang menjunjung tinggi nilai kejujuran.

Parosil menginginkan, hasil studi tiru ke Semarang dapat segera ditindaklanjuti melalui langkah nyata di lingkungan pendidikan Lampung Barat.

Ia ingin penerapan Sekolah Integritas menjadi awal perubahan dalam membangun sistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga memperhatikan pembentukan karakter peserta didik.

Dengan tata kelola yang terbuka, pengawasan yang berjalan, serta keteladanan tenaga pendidik, sekolah diharapkan mampu melahirkan generasi yang jujur, berkarakter, dan bertanggung jawab.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari