Tuesday, 13 October 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Cegah Karhutla dan Kerusakan Hutan, Prabowo Minta Tambah 70 Ribu Polisi Hutan

13 October 2026 12:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 5 kali
Bagikan:
Cegah Karhutla dan Kerusakan Hutan, Prabowo Minta Tambah 70 Ribu Polisi Hutan
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Presiden Prabowo Subianto berencana memperkuat pengamanan kawasan hutan dengan menambah jumlah polisi hutan hingga mencapai 70 ribu personel. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan pengawasan sekaligus mencegah kerusakan hutan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Prabowo menyampaikan rencana tersebut saat memimpin rapat terbatas mengenai perkembangan penanganan karhutla yang digelar secara hybrid, Selasa (13/10/2026). Ia meminta agar kebutuhan penambahan personel itu disampaikan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB).

“Karena itu tolong sampaikan ke MenPAN-RB ya, kalau memang saya minta 70.000 polisi hutan itu karena ada maksud untuk menjaga hutan-hutan kita,” kata Prabowo, sebagaimana disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Prabowo mengungkapkan, saat ini Kementerian Kehutanan memiliki sekitar 20 ribu polisi hutan. Jumlah tersebut ingin ditingkatkan agar pengawasan kawasan hutan dapat dilakukan lebih optimal. Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan personel, ia membuka peluang pelibatan TNI dan Polri dalam proses pendidikan serta pelatihan calon polisi hutan.

Ia juga meminta Kapolri membantu mempersiapkan personel yang nantinya bertugas menjaga kawasan hutan. Menurut Prabowo, dukungan dari institusi kepolisian dan militer dapat menjadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengamanan hutan.

“Kalau dari Kemenhut yang hanya 20.000, ya kalau enggak, ya minta dilatih oleh polisi atau oleh tentara, namanya aja polisi hutan. Ya kan? Kapolri nanti bisa bantu ya didik polisi hutan,” ujarnya.

Dalam rapat yang sama, Prabowo turut menyoroti perkembangan penanganan karhutla. Ia menyebut jumlah kasus kebakaran mengalami penurunan signifikan dibandingkan kondisi beberapa waktu sebelumnya. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan pengerahan sumber daya secara besar-besaran serta persiapan mitigasi yang berkelanjutan.

“Alam kita berat, tapi dari ratusan ribu beberapa minggu lalu, kita sekarang di bawah 1.000. Saya kira ini kalau enggak kita turun tangan secara besar-besaran enggak bisa,” kata Prabowo.

Presiden juga menyinggung pentingnya perhatian terhadap kawasan konservasi, termasuk Taman Nasional Tanjung Puting. Menurutnya, perlindungan kawasan taman nasional perlu menjadi bagian dari upaya penanganan dan pencegahan karhutla.

Prabowo menyampaikan apresiasi kepada para panglima TNI, kapolda, dan pejabat pemerintah daerah yang terlibat dalam penanganan kebakaran. Sementara itu, untuk mengatasi persoalan asap, ia berencana meminta masukan dari para profesor dan pakar agar kebijakan yang diambil sesuai dengan kondisi di lapangan.

Ke depan, Prabowo menekankan bahwa pencegahan dan mitigasi harus menjadi prioritas utama, terutama di tingkat desa. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mendeteksi potensi kebakaran lebih dini sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar. 

"Tapi kita dengan strategi yang kita telah bahas waktu saya kumpulkan para pakar dari semua kampus, ya, para pakar profesor-profesor itu dan mereka ahli-ahli dari daerah-daerah sendiri, bahwa langkah nanti yang paling utama adalah pencegahan presisi, mitigasi di tingkat paling bawah, di tingkat desa," lanjut Prabowo.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari