Tuesday, 20 October 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Cegah Kebocoran Data, Rafieq Ingatkan ASN Metro Patuhi Batas Kewenangan

19 October 2026 23:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Cegah Kebocoran Data, Rafieq Ingatkan ASN Metro Patuhi Batas Kewenangan
Foto: Radar Lampung

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) agar bijak bermedia sosial, menjaga kerahasiaan data pemerintah, dan menggunakan data akurat dalam mengambil keputusan.

Pesan tersebut disampaikan saat memimpin apel mingguan Pemerintah Kota Metro di halaman Kantor Wali Kota Metro, Senin, 19 Oktober 2026.

Rafieq menggarisbawahi, komunikasi publik bukan hanya tanggung jawab Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfotik), tetapi juga seluruh ASN. Setiap unggahan di media sosial harus memperhatikan etika, kebenaran informasi, dan dampaknya terhadap masyarakat.

"Di era modern, ketika informasi semakin cepat dan mudah beredar, kita harus lebih berhati-hati dalam bermedia sosial. Tanggung jawab ini bukan hanya berada pada Kominfo, tetapi juga melekat pada diri masing-masing. Jangan sampai media sosial yang seharusnya memberikan manfaat justru menjadi pedang yang mencelakakan diri kita sendiri," tegasnya.

Selain itu, Rafieq menyoroti pentingnya perlindungan data pemerintah dan masyarakat. Ia mengingatkan agar akses terhadap informasi dibatasi sesuai kewenangan, bukan berdasarkan kedekatan pribadi.

"Apabila suatu informasi merupakan rahasia jabatan dan tidak boleh disebarluaskan, maka kita wajib menjaganya. Jika tidak memiliki kewenangan untuk mengakses atau memberikan informasi tersebut, jangan memberikan akses kepada siapa pun, termasuk orang dekat kita. Semuanya harus sesuai jabatan, kewenangan, dan aturan yang berlaku," ungkapnya.

Rafieq juga meminta perangkat daerah mempercepat transformasi digital melalui sistem yang terintegrasi. Menurutnya, digitalisasi harus mampu menyederhanakan birokrasi, mempercepat koordinasi, dan memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan.

Di sisi lain, ia menekankan penggunaan data yang valid sebagai dasar penyusunan kebijakan dan evaluasi program pemerintah.

"Keputusan yang baik harus didukung informasi yang benar. Saya menginginkan setiap pemaparan materi dilengkapi data penting yang dapat dipertanggungjawabkan, baik dari Badan Pusat Statistik maupun sumber resmi lainnya, sehingga bisa menjadi acuan kita dalam bekerja dan mengambil keputusan," pesannya.

Rafieq turut mengingatkan bahwa literasi digital tidak cukup hanya dengan memiliki telepon pintar atau aktif di media sosial. Masyarakat, khususnya ASN, perlu mampu memilah informasi, menjaga data pribadi, dan memahami etika berkomunikasi di ruang digital.

"Punya HP saja tidak cukup, punya media sosial saja tidak cukup. Yang lebih penting adalah kecakapan dan tanggung jawab dalam menggunakannya. Teknologi yang canggih harus dimanfaatkan untuk hal-hal positif, bukan justru menimbulkan mudarat bagi diri sendiri maupun orang lain," tuturnya.

Ia menginginkan ASN dapat menjadi teladan dalam bermedia digital sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat melalui pengelolaan informasi yang bertanggung jawab, perlindungan data, dan pengambilan keputusan berbasis data yang akurat.

"Upaya peningkatan literasi digital tersebut dinilai penting untuk menciptakan ruang informasi yang lebih sehat, mencegah penyebaran informasi menyesatkan, dan memperkuat partisipasi masyarakat dalam kehidupan publik," pungkasnya.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari