Saturday, 05 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Geger, Chef Asal Inggris Ditemukan Meninggal di Kamar Hotel Radisson Bandar Lampung

04 September 2026 08:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 5 kali
Bagikan:
Geger, Chef Asal Inggris Ditemukan Meninggal di Kamar Hotel Radisson Bandar Lampung
Foto: Radar Lampung

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

BANDAR LAMPUNG- Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Inggris ditemukan meninggal dunia di dalam kamar lantai 10 Hotel Radisson Lampung, Kota Bandar Lampung, Selasa (1/9/2026).

Korban diketahui bernama Gareth John Marks (53) yang bekerja sebagai chef di PT Philips Seafood Indonesia.

Informasi yang dihimpun, korban tercatat menginap di hotel tersebut sejak 26 Agustus dan dijadwalkan check-out pada 5 September 2026.

Penemuan jasad korban bermula dari kekhawatiran pihak tempatnya bekerja yang kesulitan menghubungi Gareth melalui sambungan telepon pada Selasa sore, sekitar pukul 14.30 WIB.

Pihak hotel yang mendatangi kamar korban sempat terkendala saat hendak mengecek, lantaran pintu dalam kondisi terkunci ganda dari dalam.

Setelah dibantu tim teknisi untuk membuka pintu, petugas menemukan korban berada di atas tempat tidur dalam posisi terlentang dengan tubuh tertutup selimut hingga dada. Petugas medis dari RS Belleza Lampung yang tiba di lokasi mengungkapkan korban meninggal dunia sekitar pukul 16.45 WIB.

Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Herbin Sianipar menjelaskan, pihak kepolisian langsung bergerak cepat melakukan pemeriksaan awal di Lokasi Kejadian Perkara (TKP), memeriksa rekaman CCTV, dan meminta keterangan lima orang saksi.

"Dari pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dari rekaman CCTV, korban juga diketahui masuk ke dalam kamar seorang diri," ujar Herbin.

Herbin melanjutkan, petugas menemukan beragam obat-obatan kesehatan di dalam kamar hotel korban. Meski demikian, polisi belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kematian korban dan masih menunggu hasil autopsi serta keterangan dari dokter ahli.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Gigih Andri Putranto menyebutkan bahwa sehari sebelum ditemukan meninggal, tepatnya Senin (31/8/2026), korban sempat mengeluhkan kondisi tubuhnya yang kurang sehat.

Saat ini, Polresta Bandar Lampung terus menerapkan pendekatan scientific investigation untuk mendalami aktivitas korban sebelum tewas, sekaligus berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Bandar Lampung terkait status keimigrasian korban. Penyelidikan masih terus berjalan hingga seluruh hasil pemeriksaan medis resmi keluar.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari