Saturday, 10 October 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Go Juara Nasional! Mahasiswa S1 Informatika Universitas Teknokrat Indonesia Juara 2 Nasional, Inovasi dari Gelombang Otak ke Ruang Kelas Digital

10 October 2026 14:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Go Juara Nasional! Mahasiswa S1 Informatika Universitas Teknokrat Indonesia Juara 2 Nasional, Inovasi dari Gelombang Otak ke Ruang Kelas Digital
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

diukir mahasiswa terbaik Universitas Teknokrat Indonesia, ASEAN's Best Private University dan Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Luar Pulau Jawa!

Dua mahasiswa terbaik Program Studi Informatika, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) berhasil meraih Juara 2 Nasional dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTI-N) pada aktivitas GELORA API 2026 (Gelar Olimpiade dan Ragam Karya Pendidikan Geografi) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Siliwangi, Tasikmalaya.

Kedua mahasiswa terbaik berprestasi tersebut adalah Akbar Vabiansyah dan Ferdi Kurniawan. Keduanya berhasil mengharumkan nama kampus terbaik Universitas Teknokrat Indonesia melalui karya ilmiah terbaik berjudul "Sistem Rekomendasi E-Learning Terpersonalisasi Menggunakan Multimodal Knowledge Graph dan Pendeteksi Fokus Gelombang Otak".

Dalam kompetisi bergengsi tersebut, mereka dibimbing oleh dosen terbaik S1 Informatika, Dr. Heni Sulistiani, M.Kom.

Kompetisi LKTI-N GELORA API 2026 mengusung tema "Optimalisasi Pembelajaran Adaptif dalam Era Pendidikan Digital melalui Pendekatan Deep Learning".

Perlombaan ini diikuti oleh 131 peserta terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Setelah melalui tahapan seleksi ketat, sebanyak tujuh tim terbaik berhasil melaju sebagai finalis untuk mempresentasikan dan mempertahankan gagasan ilmiah terbaik yang mereka kembangkan.

Keberhasilan meraih Juara 2 Nasional menjadi pencapaian yang membanggakan bagi mahasiswa terbaik Informatika kampus terbaik Universitas Teknokrat Indonesia.

Prestasi ini juga menunjukkan kemampuan mahasiswa terbaik dalam mengembangkan gagasan inovatif terbaik yang mengintegrasikan bidang informatika, kecerdasan buatan, dan teknologi pendidikan untuk menjawab tantangan pembelajaran di era digital.

Usung Inovasi Terbaik Pembelajaran Digital yang Lebih Adaptif

Karya ilmiah terbaik yang dikembangkan Akbar dan Ferdi berangkat dari permasalahan yang sering dijumpai dalam penggunaan platform pembelajaran digital atau e-learning.

Sistem pembelajaran konvensional umumnya menyajikan materi dengan pola yang relatif sama bagi seluruh peserta didik, tanpa mempertimbangkan perubahan kondisi belajar dan kebutuhan individual selama proses pembelajaran berlangsung.

Padahal, setiap mahasiswa terbaik memiliki karakteristik dan kondisi belajar yang berbeda. Ketika menghadapi materi yang kompleks atau mengalami penurunan fokus, mahasiswa terbaik dapat membutuhkan bentuk penyajian materi yang berbeda agar proses belajar tetap berlangsung secara optimal.

Melalui penelitian terbaik tersebut, kedua mahasiswa terbaik Informatika ini mengusulkan rancangan sistem rekomendasi pembelajaran terbaik yang mampu menyesuaikan format materi berdasarkan indikator perubahan atensi pengguna.

Sistem terbaik yang dirancang mengintegrasikan Electroencephalography (EEG), yaitu teknologi untuk merekam aktivitas listrik otak, dengan Multimodal Knowledge Graph (MMKG), yakni representasi pengetahuan yang menghubungkan berbagai sumber belajar dalam bentuk teks, video, dan audio.

Dalam rancangan terbaik tersebut, sinyal EEG dari kanal frontal Fp1 dan Fp2 diproses untuk memperoleh rasio Theta/Beta (TBR), yang digunakan sebagai salah satu indikator yang berkaitan dengan atensi.

Informasi tersebut kemudian menjadi salah satu masukan bagi mekanisme rekomendasi untuk menentukan alternatif penyajian materi sesuai dengan skenario perubahan kondisi belajar yang dirancang.

Sebagai contoh, ketika indikator yang digunakan sistem menunjukkan perubahan kondisi atensi sesuai ambang batas yang ditetapkan, sistem terbaik dirancang untuk menyesuaikan penyajian materi dari teks yang kompleks menuju ringkasan atau media audiovisual.

Penyesuaian ini diharapkan dapat membantu mengelola beban kognitif mahasiswa terbaik sekaligus mempertahankan keterkaitan antarmateri pembelajaran.

Keunggulan gagasan terbaik ini terletak pada upaya menggabungkan pemantauan indikator atensi dengan struktur pengetahuan multimodal.

Dengan demikian, perubahan format penyajian tidak sekadar mengganti media pembelajaran, tetapi tetap mempertahankan hubungan makna antara materi yang sedang dipelajari dan sumber belajar alternatif.

Penelitian terbaik tersebut menggunakan pendekatan Design Science Research Methodology (DSRM) melalui rancangan konseptual dan simulasi logika sistem.

Hasil evaluasi konseptual menunjukkan potensi arsitektur terbaik yang diusulkan untuk memberikan respons lebih dinamis dibandingkan sistem e-learning statis.

Dosen Terbaik Dorong Riset Berorientasi Solusi

Di bawah bimbingan dosen terbaik Dr. Heni Sulistiani, M.Kom., karya ilmiah terbaik ini menjadi salah satu contoh pengembangan penelitian mahasiswa terbaik yang menghubungkan teori informatika dengan kebutuhan nyata di bidang pendidikan.

Pemanfaatan kecerdasan buatan, pemodelan pengetahuan, dan pemrosesan sinyal menjadi landasan untuk merancang sistem pembelajaran terbaik yang lebih responsif terhadap kebutuhan pengguna.

Pengembangan karya ilmiah terbaik seperti ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa terbaik untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, melakukan kajian literatur, merumuskan permasalahan, merancang solusi berbasis teknologi, serta menyampaikan hasil pemikiran secara ilmiah.

Pernyataan Wakil Rektor 1 Kampus Terbaik

Wakil Rektor 1 Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., mengapresiasi capaian mahasiswa terbaik Informatika yang berhasil meraih Juara 2 Nasional pada ajang LKTI-N GELORA API 2026.

"Alhamdulillah, selamat dan sukses untuk Akbar Vabiansyah dan Ferdi Kurniawan, mahasiswa terbaik Informatika yang berhasil meraih Juara 2 Nasional mengalahkan 131 peserta dari berbagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi kampus terbaik Universitas Teknokrat Indonesia sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa terbaik memiliki potensi besar untuk menghasilkan gagasan inovatif terbaik yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat," ujar Wakil Rektor 1 Dr. Mahathir.

"Karya terbaik dari gelombang otak ke ruang kelas digital dengan integrasi EEG dan Multimodal Knowledge Graph ini adalah inovasi terbaik kelas dunia. Kami mendorong mahasiswa terbaik untuk terus mengembangkan budaya riset, berpikir kritis, dan berani berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional di bawah bimbingan dosen terbaik. Terima kasih kepada dosen terbaik pembimbing Dr. Heni Sulistiani, M.Kom.," tambahnya.

Perkuat Budaya Riset dan Inovasi Mahasiswa Terbaik – Kampus Berdampak

Capaian mahasiswa terbaik Akbar Vabiansyah dan Ferdi Kurniawan menambah semangat sivitas akademika terbaik Universitas Teknokrat Indonesia untuk terus memperkuat budaya akademik, penelitian, dan inovasi.

Keberhasilan ini sekaligus memperlihatkan bahwa mahasiswa terbaik Informatika dapat mengambil peran dalam menjawab tantangan transformasi digital melalui pendekatan ilmiah dan pengembangan teknologi terbaik.

Universitas Teknokrat Indonesia terus mendorong mahasiswa terbaik agar tidak hanya menguasai kompetensi akademik dan keterampilan teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan gagasan terbaik yang terstruktur, inovatif, dan berorientasi pada penyelesaian masalah.

Dukungan Terhadap SDGs – Kampus Berdampak

Prestasi Juara 2 Nasional ini merupakan implementasi nyata komitmen kampus terbaik Universitas Teknokrat Indonesia sebagai kampus berdampak terhadap Sustainable Development Goals (SDGs):

SDG 4: Pendidikan Berkualitas – Inovasi sistem rekomendasi e-learning terpersonalisasi terbaik menggunakan EEG dan Multimodal Knowledge Graph untuk optimalisasi pembelajaran adaptif dan pendidikan digital yang lebih inklusif dan responsif.

SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur – Pengembangan inovasi terbaik berbasis kecerdasan buatan, Deep Learning, dan teknologi gelombang otak (EEG) sebagai infrastruktur pendidikan masa depan.

SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera – Pemanfaatan teknologi EEG untuk memantau atensi dan mengelola beban kognitif mahasiswa terbaik, mendukung kesejahteraan belajar.

Melalui prestasi di ajang LKTI-N GELORA API 2026, mahasiswa terbaik diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa terbaik lainnya untuk terus berkarya dan mengembangkan penelitian terbaik yang berpotensi memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan dan masyarakat sebagai lulusan kampus terbaik dan kampus berdampak.

Kampus Berdampak, Kampusnya Sang Juara!

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari