Friday, 03 July 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Gunung Anak Krakatau Status Siaga, Masyarakat Diminta Tidak Mendekat 3 Km

03 July 2026 12:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 8 kali
Bagikan:
Gunung Anak Krakatau Status Siaga, Masyarakat Diminta Tidak Mendekat 3 Km
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Krakatau berda di Level III (Siaga) pada Jumat (3/7/2026).

Dilansir dari laman magma.esdm.go.id, berdasarkan pengamatan visual, gunung api tersebut terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 10-100 meter dari puncak. Cuaca berawan, angin lemah ke arah barat laut. Meski demikian ombak laut masih tenang.

Sementara pada pengamatan kegempaan, terjadi 4 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 3-12 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 3-9 detik.

Selain itu terjadi 1 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 8 mm, dan lama gempa 8 detik. Juga 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 1-5 mm, dominan 2 mm.

Atas kondisi ini masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria mengungkapkan, sejak awal Juni 2026 citra Satelit Sentinel memperlihatkan adanya emisi gas sulfur dioksida (SO₂), anomali panas, hingga munculnya titik api di kawah. Kondisi tersebut disertai asap kawah dengan intensitas cukup tinggi dan lonjakan jumlah gempa vulkanik dangkal.

Dua hari pada pertengahan Juni, jumlah gempa hembusan, hybrid atau fase banyak, dan low frequency bahkan meningkat drastis dengan rata-rata lebih dari 50 kejadian setiap hari.

Selan itu, selama periode 16 Juni hingga 2 Juli 2026, PVMBG mencatat 740 gempa hembusan, 520 gempa hybrid atau fase banyak, 247 gempa low frequency, 24 gempa harmonik, 16 tremor menerus, dua gempa vulkanik dangkal, tiga gempa vulkanik dalam, satu gempa tektonik lokal, serta lima gempa tektonik jauh.

"Data deformasi dari stasiun tiltmeter juga menunjukkan kecenderungan inflasi berskala rendah, ini mengindikasikan adanya tekanan magma di bawah permukaan," terang Lana dalam keterangan resminya.

Sebelum peningkatan status, Lana menyampaikan, Gunung Anak Krakatau sempat mengalami erupsi, Kamis (2/7/2026) pukul 14.05 WIB. Kolom abu teramati mencapai sekitar 200 meter di atas puncak atau sekitar 357 meter di atas permukaan laut.

Kemudian abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal bergerak ke arah barat laut. Erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi sekitar 20 detik.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari