BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
- Imunisasi menjadi salah satu langkah penting menjaga kesehatan anak sejak dini, terutama untuk memenuhi kebutuhan imunisasi dasar lengkap dan lanjutan.
Upaya menjaga kesehatan sejak dini itu juga perlu dimulai sejak masa kehamilan melalui pemeriksaan rutin untuk memantau usia kandungan dan kondisi janin.
Dengan pemeriksaan tersebut, ibu hamil dapat mengetahui perkembangan kehamilan sekaligus kondisi kesehatan janin selama berada dalam kandungan.
Perhatian terhadap kesehatan tidak berhenti pada anak dan ibu hamil, tetapi juga penting dilakukan lansia melalui pemeriksaan secara rutin.
Pemeriksaan bagi lansia dapat membantu mengetahui kondisi kesehatan, termasuk tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, hingga asam urat.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, PT Semen Baturaja (SMBR) rutin menghadirkan layanan Posyandu bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
acara Posyandu tersebut menyasar ibu hamil, bayi dan balita, lansia, serta masyarakat dewasa melalui berbagai layanan pemeriksaan kesehatan.
Selasa, 22 September 2026, Komisaris Independen PT Semen Baturaja (SMBR) Luthvie Arifin serta Direktur Utama PT SMBR Suherman Yahya turut hadir dalam acara Posyandu yang digelar bersama masyarakat sekitar.
Senior Manager of CSR PT SMBR David Irwanto menuturkan, acara Posyandu mandiri tersebut telah digelar secara rutin setiap bulan sejak 1990.
“Target kita adalah ibu hamil, balita, dan juga ada lansia,” kata David.
Menurutnya, acara tersebut menjadi bagian dari pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan perusahaan.
Layanan untuk lansia dilakukan secara gratis dengan pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat.
Pelaksanaan acara melibatkan kader-kader Posyandu yang berada di wilayah Way Lunik.
David menjelaskan, peserta acara tidak hanya berasal dari masyarakat Way Lunik, tetapi juga terdapat warga dari Way Laga.
“Ya, ada warga Way Lunik, dan juga satu tadi kami temukan ada dari Way Laga,” ujarnya.
Menurutnya, mayoritas warga yang mengikuti acara tersebut merupakan masyarakat yang wilayahnya berbatasan langsung dengan kawasan pabrik.
“Jadi yang memang betul-betul berbatasan langsung dengan pabrik kita sini,” kata David.
Jumlah masyarakat yang mengikuti acara tersebut mencapai sekitar ratusan orang dari wilayah sekitar perusahaan.
Sementara itu, Bidan Penanggung Jawab Posyandu Dian Angelina menjelaskan acara Posyandu saat ini telah menggunakan konsep Integrasi Layanan Primer (ILP).
“Untuk acara di Posyandu, itu ada acara ILP sekarang,” kata Dian.
Menurut Dian, layanan tersebut mencakup penimbangan bayi dan balita, imunisasi, serta pemeriksaan kesehatan bagi lansia dan ibu hamil.
Pelayanan tersebut dilakukan agar kondisi kesehatan masyarakat dapat dipantau secara berkala melalui Posyandu.
Dian menuturkan, masyarakat di wilayah tersebut cukup rutin mendatangi Posyandu setiap bulan untuk melakukan pemeriksaan.
“Jadi untuk masyarakat di sini itu rajin mereka untuk tiap bulannya ke Posyandu,” ujarnya.
Menurutnya, pemeriksaan rutin membantu petugas mengetahui riwayat kesehatan masyarakat yang mengikuti pelayanan Posyandu.
“Mereka selalu kontrol, jadi kita tahu riwayat mereka,” kata Dian.
Pada kelompok lansia, pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan, termasuk tekanan darah dan kadar gula darah.
Dian kemudian menganjurkan warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut untuk mendapatkan pengobatan di puskesmas.
“Kalau misalnya untuk lansia, kita tahu lansianya, kemudian gula darahnya,” jelasnya.
“Kemudian kita anjurkan untuk pengobatannya di puskesmas,” sambung Dian.
Sementara bagi bayi dan balita, layanan imunisasi diberikan untuk memenuhi kebutuhan imunisasi dasar lengkap dan imunisasi lanjutan.
“Kalau anak, kebanyakan imunisasi dasar lengkap sama lanjutan yang kita layani,” ujarnya.
Dalam acara tersebut, sebanyak sembilan anak mendapatkan layanan imunisasi.
Selain itu, terdapat 14 lansia yang mengikuti pemeriksaan kesehatan dalam acara Posyandu tersebut.
Orang tua bayi dan masyarakat dewasa juga mendapatkan layanan sehingga jumlah warga yang dilayani mencapai sekitar 40 orang.
Dian menyebut, keluhan yang ditemukan pada peserta lansia umumnya berkaitan dengan tekanan darah dan kadar gula darah.
“Rata-rata sih tekanan darahnya tinggi, hipertensi dan gula darah,” jelasnya.
Menurutnya, hasil pemeriksaan gula darah sewaktu atau GDS pada beragam peserta lansia juga terpantau cukup tinggi.
“GDS-nya juga lumayan tinggi,” ujarnya.
Selain pemeriksaan lansia, terdapat pula pelayanan pemeriksaan bagi ibu hamil dalam acara Posyandu tersebut.
Pemeriksaan itu membantu ibu hamil mengetahui kondisi kehamilan dan kesehatan janin yang berada dalam kandungan.
Dian kemudian mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga pola hidup sehat di tengah kondisi cuaca dan kualitas udara yang kurang baik.
“Kalau untuk masyarakat, kita harus menjaga pola hidup sehat terus ya, apalagi sekarang cuaca buruk, udara juga kurang baik,” pesannya.
Menurut Dian, kondisi lingkungan sekitar yang banyak terpapar debu dan asap juga perlu menjadi perhatian masyarakat.
Ia menghimbau warga menggunakan masker ketika keluar rumah untuk membantu menjaga kesehatan, khususnya saat berada di lingkungan yang banyak debu.
“Untuk masyarakat kalau keluar rumah itu gunakan masker untuk menjaga kesehatannya,” kata Dian.
Dian juga mengingatkan masyarakat agar rutin melakukan pemeriksaan kesehatan melalui Posyandu maupun puskesmas.
“Terus kemudian melakukan screening di Posyandu ataupun di puskesmas,” ujarnya.
Salah satu warga, Kartika dari Umbul Jambu, Way Unik, turut mengikuti pemeriksaan kesehatan dalam acara tersebut.
Kartika menuturkan, acara Posyandu memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya ibu hamil yang ingin mengetahui kondisi kehamilannya.
“Iya, bermanfaat, jadi kita bisa tahu tentang usia kandungan, kesehatan janin dalam kandungan,” ujar Kartika.
Kartika juga mengikuti pemeriksaan kesehatan dan membawa anaknya, Muhammad Devanol Pariji, dalam acara Posyandu tersebut.
acara Posyandu SMBR tersebut mencakup berbagai kelompok usia, mulai bayi, balita, ibu hamil, masyarakat dewasa, hingga lansia.
Pelayanan dilakukan secara rutin setiap bulan dengan melibatkan perusahaan, kader Posyandu, serta tenaga kesehatan untuk melayani masyarakat sekitar. (*)