Wednesday, 14 October 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Kemarau Tekan Debit Air Way Rilau hingga 25 Persen, Distribusi ke Pelanggan Masih Lancar

14 October 2026 14:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
Kemarau Tekan Debit Air Way Rilau hingga 25 Persen, Distribusi ke Pelanggan Masih Lancar
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Musim kemarau mulai berdampak terhadap debit air Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Way Rilau Kota Bandar Lampung. Penurunan debit air mencapai 20 hingga 25 persen, di tengah bertambahnya ribuan pelanggan sepanjang Januari hingga Oktober 2026.

Meski menghadapi penurunan debit air, Perumda Way Rilau memastikan kondisi tersebut belum mengganggu distribusi air kepada pelanggan. Perusahaan daerah itu juga menyebutkan belum memiliki rencana menaikkan tarif air.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Teknik Perumda Way Rilau, Gunawan, menuturkan penurunan debit air selama musim kemarau masih dapat diatasi sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

“Penurunan debit air selama musim kemarau berkisar 20 sampai 25 persen. Namun, kondisi tersebut masih dapat diatasi sehingga tidak mengganggu distribusi air kepada pelanggan,” ujar Gunawan saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (14/10/2026).

Di sisi lain, jumlah pelanggan Perumda Way Rilau terus mengalami pertumbuhan. Berdasarkan data sementara, terdapat penambahan 3.985 pelanggan selama Januari hingga Oktober 2026.

Penambahan tersebut terdiri atas 321 pelanggan reguler, 2.393 pelanggan melalui program Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), serta 1.267 pelanggan melalui program Dana Alokasi Khusus (DAK).

Gunawan menuturkan, angka tersebut masih berpotensi bertambah karena pengerjaan program DAK dan IMPRES masih berlangsung.

“Jumlah tersebut masih bersifat sementara karena pengerjaan program DAK dan IMPRES masih berlangsung. Dengan demikian, penambahan pelanggan berpotensi bertambah seiring dengan penyelesaian pekerjaan di lapangan,” katanya.

Bertambahnya jumlah pelanggan membuat kesiapan infrastruktur menjadi faktor penting dalam menjaga kontinuitas pelayanan. Terlebih, Perumda Way Rilau juga menghadapi persoalan kebocoran jaringan perpipaan yang meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Pada Juli 2026, tercatat 433 laporan kebocoran pipa. Jumlah tersebut naik menjadi 522 laporan pada Agustus dan mencapai 762 laporan pada September.

"Secara keseluruhan, terdapat 1.717 laporan kebocoran selama tiga bulan tersebut, " ungkapnya.

Menurut Gunawan, kebocoran dipengaruhi beragam faktor, termasuk pekerjaan infrastruktur dan pengembangan drainase dan trotoar yang berisiko merusak jaringan perpipaan. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandar Lampung untuk meminimalkan risiko kerusakan.

Selain itu, beragam jaringan pipa membutuhkan peremajaan. Namun, keterbatasan anggaran menjadi kendala untuk melakukan pembaruan secara menyeluruh.

Meski menghadapi tantangan berupa penurunan debit air, pertambahan pelanggan, dan kebutuhan perbaikan jaringan, Gunawan memastikan belum ada rencana kenaikan tarif air.

“Perbaikan jaringan dan penanganan kebocoran akan terus dilakukan untuk menjaga pelayanan kepada pelanggan,” tandasnya. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari