BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Kupastuntas.co, Cilegon - Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi yang sebelumnya mengalami kebakaran akhirnya tenggelam di perairan sekitar Pulau Merak Besar, Banten, pada Rabu (21/10/2026) malam.
Kapal tersebut dilaporkan tenggelam pada pukul 20.54 WIB, dengan lokasi sekitar 700 meter dari Pelabuhan Merak, Cilegon.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry, Windy Andale, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa KMP Batumandi mengalami kondisi terbalik sebelum akhirnya tenggelam di perairan sekitar pelabuhan.
"KMP Batumandi dilaporkan terbalik hingga tenggelam di perairan sekitar Pelabuhan Merak," ujar Windy Andale.
Menyikapi kejadian tersebut, ASDP akan melakukan pengamanan di sekitar lokasi tenggelamnya kapal. Salah satu langkah yang disiapkan adalah memasang pelampung penanda atau buoy untuk menunjukkan posisi bangkai kapal agar dapat diketahui oleh kapal-kapal yang melintas.
Selain pemasangan penanda, komunikasi dan penyampaian peringatan kepada kapal yang berlayar di sekitar Pelabuhan Merak juga akan dilakukan. Langkah ini bertujuan mencegah kapal maupun perahu nelayan melintasi area tersebut dan mengantisipasi risiko tabrakan dengan bangkai KMP Batumandi.
"Langkah pengamanan akan dilakukan melalui pemasangan buoy sebagai penanda lokasi kapal, sehingga dapat menjadi panduan bagi kapal-kapal yang melintas dan meminimalkan potensi risiko di area tersebut," terangnya.
Tidak hanya melakukan pengamanan lokasi, PT ASDP Indonesia Ferry juga merencanakan pengangkatan bangkai KMP Batumandi dari dasar perairan. Upaya ini diperlukan agar keberadaan kapal yang tenggelam tidak menghambat jalur pelayaran dan aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.
Pengangkatan kapal diharapkan dapat menjaga kelancaran lalu lintas pelayaran, termasuk aktivitas nelayan serta kapal wisata yang menuju Pulau Merak Besar dan Pulau Merak Kecil.
Windy menjelaskan, pelaksanaan pengangkatan kapal akan dipersiapkan melalui koordinasi dengan instansi berwenang dan pihak-pihak terkait. Proses tersebut direncanakan menggunakan operasi penyelamatan dan pengangkatan kapal atau salvage.
"ASDP akan berkoordinasi dengan instansi berwenang dan pihak terkait untuk mempersiapkan proses pengangkatan kapal melalui operasi salvage," jelasnya.