BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Kupastuntas.co, Bandar Lampung — Kompetensi lulusan Universitas Teknokrat Indonesia kembali mendapat pengakuan dari dunia industri. Dua lulusan terbaik Program Studi S1 Teknik Komputer tahun 2026, Deka Ramadani, S.T. dan Fadhlurrohman Penateh Mergo, S.T., berhasil lolos Program MagangHub Batch 2 dan ditempatkan sebagai IoT Engineer di PT Great Giant Pineapple (GGP).
Keberhasilan tersebut menjadi capaian membanggakan bagi Program Studi S1 Teknik Komputer Universitas Teknokrat Indonesia sekaligus menunjukkan relevansi kompetensi yang diperoleh mahasiswa dengan kebutuhan industri berbasis teknologi.
Melalui program tersebut, kedua alumni akan mendapatkan pengalaman langsung dalam lingkungan industri dan terlibat dalam berbagai aktivitas yang berkaitan dengan penerapan Internet of Things (IoT).
Dari Bangku Kuliah ke Dunia Industri
Sebagai IoT Engineer, Deka dan Fadhlurrohman akan terlibat dalam berbagai aktivitas teknis, mulai dari pengembangan dan implementasi perangkat IoT, pemrograman mikrokontroler, komunikasi data, hingga proses monitoring dan pengolahan data secara real-time.
Pengalaman tersebut menjadi kesempatan bagi keduanya untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama kuliah dalam menghadapi kebutuhan dan permasalahan teknologi di lingkungan industri.
Kompetensi seperti sistem tertanam (embedded system), mikrokontroler, Internet of Things, komunikasi data, serta pengolahan data menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa S1 Teknik Komputer menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
Ketua Program Studi S1 Teknik Komputer Universitas Teknokrat Indonesia, Yuri Rahmanto, S.Kom., M.Kom., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan kedua alumninya.
“Keberhasilan Deka dan Fadhlurrohman menjadi kebanggaan bagi Program Studi S1 Teknik Komputer. Mereka tidak hanya membawa nama pribadi dan keluarga, tetapi juga membawa nama Universitas Teknokrat Indonesia ke dunia industri. Kami memiliki harapan pengalaman melalui Program MagangHub ini dapat menjadi ruang bagi mereka untuk mengembangkan kompetensi teknis sekaligus memahami kebutuhan industri secara langsung,” ujarnya.
Menurut Yuri, keterlibatan kedua alumni sebagai IoT Engineer juga relevan dengan kekhasan Program Studi S1 Teknik Komputer yang terus mengembangkan kompetensi mahasiswa di bidang embedded system dan Internet of Things.
Mahathir: Bukti Lulusan Siap Menghadapi Industri
Capaian tersebut mendapat apresiasi dari pimpinan Universitas Teknokrat Indonesia.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menyampaikan selamat kepada Deka dan Fadhlurrohman atas kesempatan yang diperoleh melalui MagangHub Batch 2.
“Selamat kepada dua alumni kita, Deka dan Fadhlurrohman. Capaian ini menunjukkan bahwa lulusan Universitas Teknokrat Indonesia memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri. Kami memiliki harapan pengalaman di PT Great Giant Pineapple dapat menjadi ruang bagi mereka untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan menghasilkan solusi teknologi yang bermanfaat,” ujar Mahathir.
Ia melanjutkan, Universitas Teknokrat Indonesia terus mendorong pembelajaran yang tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi juga memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk mengembangkan project, inovasi, sertifikasi, dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri merupakan bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Teknologi IoT dan Masa Depan Industri
Keterlibatan Deka dan Fadhlurrohman sebagai IoT Engineer juga memperlihatkan semakin luasnya penerapan teknologi digital dalam dunia industri, termasuk sektor agribisnis.
IoT memungkinkan berbagai perangkat dan sensor terhubung untuk mengumpulkan, mengirimkan, serta mengolah data sehingga dapat mendukung proses monitoring dan pengambilan keputusan secara lebih efektif.
Bagi mahasiswa, pengalaman bekerja dengan teknologi tersebut menjadi kesempatan untuk memahami bagaimana ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi diterapkan dalam lingkungan profesional.
Universitas Teknokrat Indonesia terus mendorong mahasiswa untuk memiliki kemampuan teknis sekaligus soft skill, sehingga setelah menyelesaikan pendidikan mereka mampu beradaptasi dengan perkembangan industri yang semakin dinamis.
Sejalan dengan SDGs dan Semangat Kampus Berdampak.
Keberhasilan dua alumni S1 Teknik Komputer tersebut juga sejalan dengan komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs).
SDGs 4 – Pendidikan Berkualitas, melalui pendidikan berbasis kompetensi yang mempersiapkan mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan sesuai kebutuhan perkembangan teknologi.
SDGs 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui penguatan kompetensi lulusan agar mampu memasuki dunia kerja dan berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi.
SDGs 9 – Industri, Inovasi dan Infrastruktur, melalui pengembangan kompetensi Internet of Things, sistem tertanam, dan teknologi digital yang dapat diterapkan untuk mendukung inovasi industri.
SDGs 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui keterhubungan antara perguruan tinggi, dunia industri, dan program pengembangan talenta untuk mempersiapkan sumber daya manusia unggul.
Lolosnya Deka Ramadani dan Fadhlurrohman Penateh Mergo dalam MagangHub Batch 2 sebagai IoT Engineer di PT Great Giant Pineapple diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi, membangun portofolio, aktif mengikuti program pengembangan diri, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.
Universitas Teknokrat Indonesia berkomitmen terus menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan teknologi, memperkuat hubungan dengan dunia industri, serta mencetak mahasiswa dan lulusan yang kompeten, adaptif, inovatif, dan berdaya saing.
Universitas Teknokrat Indonesia — Dosen Terbaik, Mahasiswa Terbaik, Kampus Berdampak.
Ayo kuliah di Universitas Teknokrat Indonesia: "spmb.teknokrat.ac.id". (**)