Sunday, 06 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Pakar Vulkanologi Itera Happy Christin Ingatkan Bahaya Abu Vulkanik: Bentuk Partikel yang Tajam Dapat Melukai Pernapasan

06 September 2026 09:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Pakar Vulkanologi Itera Happy Christin Ingatkan Bahaya Abu Vulkanik: Bentuk Partikel yang Tajam Dapat Melukai Pernapasan
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

(GAK) kembali meningkat sejak Sabtu 5 September 2026. Erupsi melontarkan lava pijar atau fountain lava dengan kolom erupsi mencapai lebih dari 500 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Erupsi tersebut bertipe Strombolian dan menghasilkan material vulkanik dalam volume cukup besar yang terlontar ke atmosfer.

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebaran abu vulkanik bergerak ke arah timur hingga selatan yang berdampak pada beragam wilayah di Banten dan Jawa Barat.

Sementara itu, sebaran abu juga bergerak ke arah barat daya hingga barat laut dan berpotensi memengaruhi beragam wilayah di Lampung.

Dosen Teknik Geologi Institut Teknologi Sumatera (Itera) sekaligus pakar vulkanologi, Happy Christin Natalia, menjelaskan abu vulkanik merupakan material vulkanik berukuran sangat kecil atau mikro dengan bentuk partikel yang bersudut tajam.

Karakteristik tersebut membuat abu vulkanik perlu diwaspadai karena dapat membahayakan kesehatan manusia, terutama sistem pernapasan.

"Untuk kandungan abu vulkanik, umumnya sama dengan unsur yang terdapat dalam magma, seperti silika, aluminium, dan lainnya. Namun, yang paling berbahaya sebenarnya adalah bentuk partikelnya yang berukuran sangat kecil dan bersudut tajam, sehingga dapat mengiritasi atau melukai saluran pernapasan," ujar Happy, Minggu (6/9/2026) . 

Menurutnya, secara umum abu vulkanik memiliki unsur yang serupa dengan material penyusun magma, seperti silika, aluminium dan beragam material lainnya.

"Aspek yang perlu lebih diwaspadai bukan hanya kandungan unsur dalam abu vulkanik, melainkan karakteristik fisik partikelnya yang sangat kecil dan memiliki bentuk bersudut tajam, " jelasnya. 

Di sisi lain, erupsi menghasilkan beberapa kali letusan dan dentuman dengan ketinggian kolom erupsi yang bervariasi.

Kondisi tersebut masih berada dalam pemantauan intensif oleh Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau.

Sehubungan dengan aktivitas tersebut, Happy meminta masyarakat untuk tetap mematuhi jarak aman yang telah ditetapkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik dan tetap mengikuti informasi serta arahan resmi dari pihak berwenang.

"Untuk saat ini, masyarakat diharapkan mengikuti seluruh arahan dari pihak berwajib demi menjaga keselamatan diri dan keluarga. Masyarakat juga perlu terus memantau informasi resmi dari pihak terkait, seperti PVMBG dan BMKG, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi hoaks yang beredar di internet," pungkasnya.

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak sebaran abu vulkanik juga diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.

Selain itu, masyarakat diminta mengurangi paparan langsung terhadap abu vulkanik sebagai langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan, khususnya kesehatan saluran pernapasan. (*) 

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari