Wednesday, 23 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Pelajar Tewas Tersedak Kelengkeng MBG, KPPG Bandar Lampung Evaluasi Penyajian Buah Berbiji

23 September 2026 18:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
Pelajar Tewas Tersedak Kelengkeng MBG, KPPG Bandar Lampung Evaluasi Penyajian Buah Berbiji
Foto: Radar Lampung

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

 - Musibah meninggalnya seorang pelajar setelah tersedak buah kelengkeng dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian Badan Gizi Nasional (BGN) dan jajaran Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG).

Kepala KPPG Bandar Lampung Achmad Hery Setiawan menyampaikan, BGN kini melakukan kajian dan evaluasi terhadap mekanisme penyajian menu berbahan buah berbiji dalam program MBG.

Evaluasi tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan agar risiko serupa dapat diminimalkan dalam pelaksanaan MBG ke depan.

"BGN bertransformasi dan sedang melakukan kajian serta mengevaluasi kembali terkait mekanisme penyajian menu berbahan buah berbiji pada program MBG guna mencegah kejadian serupa terulang," kata Achmad Hery kepada , Rabu, 23 September 2026.

Langkah evaluasi itu dilakukan setelah siswa kelas 3 SDN 03 Poncowarno, Lampung Tengah, Reyhan Arisyah Putra (9), meninggal dunia setelah tersedak buah kelengkeng yang menjadi bagian dari menu MBG, Selasa, 22 September 2026.

Berdasarkan keterangan kepolisian, korban diduga memakan buah kelengkeng sambil bermain dan berlari-larian hingga buah tersebut menyumbat saluran pernapasannya.

Korban sempat mendapatkan pertolongan dari teman dan pihak sekolah sebelum dibawa ke Puskesmas Poncowarno.

Selanjutnya, korban dirujuk ke RS Kartini Kalirejo, namun nyawanya tidak tertolong.

Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa beragam saksi.

Sementara pihak keluarga menolak dilakukan autopsi.

Pasca kejadian tersebut, KPPG Bandar Lampung selaku perwakilan BGN di daerah mendatangi rumah duka pada Selasa, 22 September 2026.

Achmad Hery menyampaikan, kedatangan tersebut sebagai bentuk belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus memberikan tali asih.

"Kami mewakili pimpinan BGN dan jajaran KPPG bertakziah ke rumah duka, mengucapkan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum ananda Reyhan Arisya Putra," ujarnya.

Menurut Achmad Hery, keluarga korban juga telah membuat surat pernyataan yang menyebut peristiwa tersebut sebagai musibah dan ujian.

Kejadian tersebut sekaligus menjadi catatan dalam pelaksanaan MBG, khususnya terkait penyajian makanan yang memiliki potensi risiko tersedak apabila dikonsumsi anak-anak tanpa penanganan yang tepat.

Karena itu, mekanisme penyajian buah berbiji menjadi salah satu aspek yang kini dikaji kembali oleh BGN.

Evaluasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada jenis buah yang diberikan, tetapi juga mencakup bagaimana buah diproses, disajikan, serta dikonsumsi oleh peserta didik. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari