Thursday, 17 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

PMI Lampung Salurkan 445.400 Liter Air Bersih dan 30.000 Masker

17 September 2026 16:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
PMI Lampung Salurkan 445.400 Liter Air Bersih dan 30.000 Masker
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Lampung memperkuat aksi kemanusiaan dan kepedulian sosial melalui rangkaian peringatan HUT ke-81 PMI. Berbagai aktivitas digelar tidak hanya untuk memperingati hari jadi organisasi, tetapi juga memperluas manfaat pelayanan bagi masyarakat.

Ketua PMI Provinsi Lampung Purnama Wulansari Mirza mengungkapkan, rangkaian HUT ke-81 PMI dirancang agar tidak berhenti sebagai aktivitas seremonial. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat kepedulian, kemanusiaan, partisipasi masyarakat, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.

"Rangkaian HUT ke-81 PMI ini tidak sekadar seremonial. Kami ingin momentum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian dan kemanusiaan, sekaligus mengajak masyarakat untuk terlibat langsung dalam aksi-aksi sosial," ujar Purnama saat menghadiri rangkaian peringatan HUT ke-81 PMI di Golden Bistro, Bandar Lampung, Kamis (17/9/2026).

Beragam aksi kemanusiaan telah dilakukan PMI Lampung. Salah satunya distribusi air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.

Hingga saat ini, PMI Lampung telah menyalurkan 445.400 liter air bersih kepada 57.031 penerima manfaat yang tersebar di 71 titik di Bandar Lampung, Lampung Selatan, Pesawaran, dan Pringsewu.

PMI Lampung juga bergerak merespons dampak abu vulkanik erupsi Gunung Krakatau dengan mendistribusikan 30.000 masker kepada masyarakat di Bandar Lampung, Lampung Selatan, Pesawaran, dan Pringsewu.

"Tak hanya bantuan kebencanaan, PMI Lampung juga mendorong partisipasi masyarakat melalui aktivitas donor darah. Dalam rangkaian HUT tahun ini, PMI menggandeng pengemudi ojek daring untuk menjadi bagian dari gerakan donor darah," kata dia.

Hingga aktivitas berlangsung, tercatat 1.550 calon pendonor telah mendaftar. aktivitas donor darah diadakan selama tiga hari, mulai 16 hingga 18 September 2026.

Rangkaian pelayanan sosial juga dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar pada 17-18 September 2026. aktivitas tersebut diadakan bersama Dinas Kesehatan dan menyasar masyarakat, termasuk para pengemudi transportasi daring.

"PMI Lampung juga menyalurkan 75 unit kursi roda secara gratis kepada penyandang disabilitas dan lanjut usia yang membutuhkan. Bantuan tersebut didistribusikan ke 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung dengan dukungan donasi dari PT Asia Makmur," ujarnya.

Sementara itu, Orang nomor satu di Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong PMI tidak hanya berfokus pada pelayanan donor darah dan kesehatan, tetapi juga menjadi penggerak budaya kemanusiaan, kepedulian sosial, serta kesiapsiagaan bencana di tengah masyarakat.

Menurut Gubernur, semangat gotong royong dan tolong-menolong yang menjadi nilai dasar PMI perlu ditularkan kepada seluruh masyarakat Lampung. Dengan demikian, kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat tidak hanya menjadi kemampuan relawan, tetapi berkembang menjadi budaya masyarakat.

"Ke depan bagaimana budaya mitigasi bencana ini harus dibantu oleh PMI. Bukan hanya melatih, tetapi menjadikan sifat siap siaga menjadi budaya seluruh masyarakat di Provinsi Lampung," ujar Mirza.

Ia mengungkapkan peran PMI memiliki cakupan yang luas, terutama dalam membantu masyarakat ketika menghadapi bencana maupun berbagai persoalan kemanusiaan, mulai dari kekeringan hingga kondisi darurat lainnya.

"PMI ini tumpah darah. Jadi tugasnya PMI ini kalau perang ya ada PMI. Tentara yang nembak, terluka PMI. Bencana PMI. Kekeringan PMI. Kelaparan PMI," kata Gubernur.

Karena itu, Jajaran Pemprov Lampung mendorong PMI untuk terus memperkuat organisasi, meningkatkan profesionalitas pelayanan, memperbanyak relawan, serta memperluas manfaat pengabdian kepada masyarakat.

Gubernur juga mengajak masyarakat menjadikan donor darah sebagai bagian dari budaya kepedulian sosial. "Donor darah ini harus terus digelorakan. Jadi donor darah bisa jadi budaya di Lampung," ujarnya.

Menurutnya, pembangunan daerah daerah tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, pembangunan daerah fisik, maupun meningkatnya aktivitas perdagangan. Kemajuan juga perlu diiringi dengan semakin kuatnya kepedulian sosial masyarakat.

"Kemajuan sebuah daerah bukan hanya diukur dari seberapa tinggi bangunannya, tapi juga seberapa besar kepedulian warganya," ujar Mirza.

Ia menginginkan PMI bersama pemerintah dan masyarakat dapat terus membangun Lampung yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga memiliki kehidupan sosial yang kuat, kompak, saling peduli, dan siap menghadapi berbagai kondisi darurat. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari