Friday, 16 October 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Potret Puskesmas Martanda di Wilayah Terpencil Tanggamus, Akses Sulit, Hanya Punya Lima Nakes

16 October 2026 18:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
Potret Puskesmas Martanda di Wilayah Terpencil Tanggamus, Akses Sulit, Hanya Punya Lima Nakes
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Kupastuntas.co, Tanggamus – Keterbatasan tenaga kesehatan dan sulitnya akses transportasi menjadi kendala pelayanan di Puskesmas Martanda, Kecamatan Pematangsawa, Kabupaten Tanggamus. Puskesmas yang melayani masyarakat di tujuh pekon itu hanya memiliki lima tenaga kesehatan di fasilitas induk, sementara kebutuhan sarana pendukung hingga ambulans laut masih diusulkan.

Kondisi tersebut diketahui saat Kepala Dinas Kesehatan Tanggamus, Herry Novrizal, bersama jajarannya mengunjungi wilayah Martanda, Kamis (15/10/2026). Untuk mencapai lokasi, rombongan harus menempuh perjalanan darat menuju Pekon Waynipah, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan perahu fiber.

Herry menyebutkan, kunjungan tersebut dilakukan untuk mengevaluasi pelayanan kesehatan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan yang harus diprioritaskan. Menurutnya, pelayanan di Martanda telah berjalan, tetapi masih membutuhkan penguatan karena jumlah masyarakat yang dilayani cukup banyak dan akses geografisnya sulit.

“Pelayanan sudah berjalan, tetapi masih perlu peningkatan. Masyarakat yang dilayani cukup banyak, sementara aksesnya sulit dan jarak geografisnya jauh,” kata Herry, Jumat (16/10/2026).

Dari total 21 tenaga kesehatan yang tersebar di tujuh pekon, termasuk tujuh bidan desa, hanya lima orang bertugas di puskesmas induk. Bahkan, bidan desa turut membantu urusan administrasi dan pelaksanaan program puskesmas, selain menjalankan tugas pelayanan kesehatan di wilayah masing-masing.

Untuk mendukung pelayanan, Dinas Kesehatan mengusulkan penambahan sarana berupa kendaraan roda dua, tablet untuk penginputan data, serta kemungkinan pengadaan ambulans laut guna membantu mobilitas petugas dan rujukan pasien. Namun, realisasi kebutuhan tersebut masih harus dibahas bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan DPRD Tanggamus.

Herry menjelaskan, Puskesmas Martanda telah berstatus rawat inap dan dokter disebut sudah tersedia, tetapi masih menunggu terbitnya Surat Izin Praktik (SIP). Di tengah keterbatasan tersebut, pelayanan juga didukung program kesehatan bergerak untuk daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan (DTPK), termasuk pemeriksaan oleh dokter spesialis kandungan dan layanan USG gratis bagi ibu hamil.

Kepala UPTD Puskesmas Martanda, Diana, menyebutkan pelayanan dokter spesialis tersebut membantu masyarakat memperoleh pemeriksaan yang sulit dijangkau di wilayah mereka. Program itu juga diharapkan mendukung deteksi dini risiko kehamilan serta upaya menekan angka kematian ibu dan bayi.

Selain meninjau Puskesmas Martanda, rombongan Dinas Kesehatan Tanggamus juga memeriksa titik awal infrastruktur dan pengembangan atau rehabilitasi total Puskesmas Pembantu (Pustu) di Pekon Kaur Gading. Pemerintah daerah memiliki harapan peningkatan fasilitas tersebut dapat memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah terpencil, meski pemenuhan tenaga dan sarana transportasi masih membutuhkan tindak lanjut. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari