Sunday, 06 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Prediksi Gelombang Tinggi Perairan Lampung capai 4 Meter, BMKG Maritim Warning Perahu Nelayan

06 September 2026 12:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
Prediksi Gelombang Tinggi Perairan Lampung capai 4 Meter, BMKG Maritim Warning Perahu Nelayan
Foto: Radar Lampung

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

BANDAR LAMPUNG– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Panjang mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang membayangi wilayah perairan Lampung selama empat hari ke depan, 7–10 September 2026.

Tidak tanggung-tanggung, ketinggian gelombang di beberapa titik diperkirakan dapat mencapai hingga 4 meter.

BMKG Maritim Lampung menyerukan seluruh pengguna jasa transportasi laut, nelayan, hingga operator moda penyeberangan untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra saat beraktivitas di laut.

Berdasarkan analisis kondisi sinoptik, pergerakan angin di perairan Lampung saat ini bertiup dari arah Tenggara menuju Barat Daya dengan kecepatan berkisar antara 2 hingga 25 Knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau berada di Perairan Barat Lampung, Selat Sunda bagian Selatan, Teluk Lampung bagian Selatan, serta perairan Timur Lampung bagian Selatan.

BMKG Maritim Panjang ini juga memetakan dua zona rawan gelombang tinggi berdasarkan wilayahnya:

1. Zona Gelombang Sedang (1,25 – 2,5 Meter)

Potensi gelombang sedang ini berpeluang terjadi di wilayah:

Perairan Teluk Lampung Bagian Selatan

2. Zona Gelombang Tinggi (2,5 – 4,0 Meter)

Masyarakat dan pelaut diminta ekstra waspada karena gelombang tinggi hingga 4 meter berpeluang terjadi di: Perairan Barat Lampung, Selat Sunda Bagian Selatan Lampung

Panduan Risiko keselamatan Pelayaran dari BMKG

Untuk mencegah risiko kecelakaan di laut, BMKG merinci ambang batas keselamatan pelayaran berdasarkan jenis armada kapal:

Perahu Nelayan: Sangat berisiko jika kecepatan angin menyentuh 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.

Kapal Tongkang: Berisiko tinggi apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dengan gelombang setinggi 1,5 meter.

Kapal Ferry (Penyeberangan): Berisiko tinggi jika kecepatan angin menembus 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.

Masyarakat pesisir, nelayan tradisional, hingga pengelola penyeberangan diimbau untuk tidak memaksakan diri melaut jika kondisi cuaca memburuk serta terus memantau pembaruan informasi cuaca maritim resmi dari BMKG Maritim Lampung.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari