Sunday, 27 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

PTPN I Perkuat Ekosistem Pangan Lewat Hilirisasi Ayam di Bone

27 September 2026 19:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 4 kali
Bagikan:
PTPN I Perkuat Ekosistem Pangan Lewat Hilirisasi Ayam di Bone
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

PTPN I (Persero) mendukung penguatan pembangunan daerah ekosistem pangan nasional melalui dukungan lahan seluas 31 hektare untuk pengembangan program hilirisasi ayam terintegrasi (HAT) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

"Peran PTPN I tidak berhenti pada penyediaan lahan. Perusahaan juga mendorong pemanfaatan aset produktif perkebunan agar memberikan nilai tambah sekaligus menjadi bagian dari pengembangan ekosistem peternakan modern," kata Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras terkonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Dia menyampaikan dukungan tersebut menjadi bagian dari sinergi BUMN dalam membangun rantai pasok peternakan unggas dari hulu hingga hilir, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan aset perkebunan untuk acara produktif yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

Dari total lahan yang disiapkan, seluas 22 hektare diperuntukkan bagi pembangunan daerah fasilitas pembibitan ayam dan pabrik pakan oleh PT Berdikari (Persero).

Sementara itu, kata Rivai, PT Ugiagri Harapan Indonesia (UHI) akan memanfaatkan lahan seluas 9 hektare untuk pembangunan daerah kandang pemeliharaan dan fasilitas pemotongan unggas.

Program HAT yang berlokasi di Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, tersebut merupakan bagian dari agenda pemerintah dalam memperkuat ekosistem pangan nasional.

"Lokasi pembangunan daerah telah ditinjau Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada Jumat (25/9)," ujarnya.

Kunjungan Menteri Pertanian, lanjut Rivai menyebutkan, menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah dan BUMN dalam membangun ekosistem pangan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Kehadiran Bapak Menteri Pertanian di Desa Mappesangka hari ini menjadi dorongan moral sekaligus penegasan atas sinergi strategis BUMN dan pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan, khususnya pemenuhan protein hewani masyarakat,” ucap Rivai.

Dalam kunjungan tersebut, Amran didampingi Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, jajaran direksi BUMN, PTPN I (Persero), PTPN III (Persero), ID FOOD, PT Berdikari, serta beberapa pihak terkait.

Menurut Rivai melalui skema kerja sama operasi (KSO), pihaknya berkolaborasi dengan dua mitra strategis dalam pengembangan HAT. Bersama PT Berdikari, PTPN I menyiapkan pemanfaatan lahan seluas 22 hektare dengan jangka waktu kerja sama 30 tahun, dengan usulan tahap awal seluas 15 hektare.

“Kolaborasi ini dirancang dari hulu ke hilir guna menciptakan rantai pasok unggas yang efisien, berdaya saing tinggi, dan memberi nilai tambah maksimal bagi perekonomian daerah,” tutur Rivai.

Perusahaan tersebut juga memastikan pemanfaatan aset untuk pengembangan HAT dilakukan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, tertib administrasi, serta sesuai dengan ketentuan tata ruang.

Tahapan Persetujuan Kesesuaian acara Pemanfaatan Ruang (PKKPR) telah diselesaikan. PTPN I memastikan lokasi pembangunan daerah rumah potong hewan unggas (RPHU) dan cold storage tidak berada pada kawasan yang tumpang tindih dengan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Rivai menyebutkan, areal Kebun Camming yang digunakan untuk pengembangan proyek tersebut telah dipastikan sebagai lahan produktif dan tidak berada dalam konflik maupun okupasi pihak lain.

"Bagi kami, pengembangan HAT di Mappesangka menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan aset perkebunan sekaligus memperkuat kontribusi BUMN dalam mendukung ketahanan pangan nasional," katanya.

Selain membangun fasilitas peternakan, pengembangan kawasan HAT diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui pembukaan lapangan kerja, tumbuhnya aktivitas usaha baru, serta terbentuknya rantai pasok pangan hewani yang lebih kuat di Sulawesi Selatan.

Menurutnya proyek HAT itu tidak semata-mata membangun infrastruktur peternakan, melainkan membuka lapangan kerja lokal baru, meningkatkan perputaran ekonomi pedesaan, serta memosisikan Kabupaten Bone dan Sulawesi Selatan sebagai salah satu lumbung pasokan pangan hewani di kawasan timur Indonesia.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta seluruh pihak mempercepat pembangunan daerah agar fasilitas HAT dapat beroperasi sesuai target pemerintah.

“Sesuai arahan Presiden Prabowo, HAT 1 Juli tahun depan sudah beroperasi. Ini salah satu penekanan Presiden kepada kami. Oleh karena itu, tidak ada lagi hambatan, baik dari segi birokrasi maupun teknis,” kata Amran.

Di areal yang dikelola PTPN I Regional 8 Camming tersebut, PT Berdikari akan mengembangkan beberapa fasilitas, antara lain Farm Parent Stock (PS) Broiler, Farm PS Layer, unit penetasan atau hatchery, serta pabrik pakan terpadu.

Sementara itu, PT UHI akan membangun kandang komersial, farm pullet, fasilitas komersial petelur, Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU), dan cold storage. (*) 

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari