Thursday, 10 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Rektor Teknokrat Nasrullah Yusuf Khusyuk Ikuti Salat Istisqa, Mohon Hujan dan Keberkahan untuk Lampung

10 September 2026 15:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
Rektor Teknokrat Nasrullah Yusuf Khusyuk Ikuti Salat Istisqa, Mohon Hujan dan Keberkahan untuk Lampung
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Dr. H.M. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Pengelola Masjid Al Hijrah Kota Baru Lampung, menghadiri doa bersama dan Salat Istisqa yang digelar Pemerintah Daerah Provinsi Lampung di Lapangan Korpri, Kompleks Kantor Orang nomor satu di Lampung, Kamis (10/9/2026).

Dengan khusyuk, Nasrullah bersama ribuan jamaah mengikuti rangkaian doa dan Salat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan sebagai rahmat Allah SWT, sekaligus memohon keselamatan dan keberkahan bagi masyarakat Lampung.

Salat Istisqa digelar di tengah kondisi kemarau panjang yang berdampak pada beragam wilayah di Lampung serta situasi aktivitas Gunung Anak Krakatau yang membutuhkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat.

acara tersebut mengangkat tema “Mari Tundukkan Hati, Bersama dalam Doa, Memohon Turunnya Hujan sebagai Rahmat, serta Keselamatan dan Keberkahan bagi Kita Semua.”

Hadir dalam acara tersebut Orang nomor satu di Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung beserta Ketua DWP, Kapolda Lampung Irjen. Pol. Helfi Assegaf, Kepala BIN Daerah, jajaran TNI, Forkopimda, MUI Provinsi Lampung, FKUB, pimpinan organisasi keagamaan, alim ulama, tokoh masyarakat, serta ribuan jamaah.

Gubernur Ajak Masyarakat Muhasabah

dalam pidatonya, Orang nomor satu di Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak masyarakat menjadikan kondisi yang tengah dihadapi Lampung sebagai momentum untuk melakukan muhasabah dan introspeksi diri.

Menurutnya, aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kemarau panjang merupakan tantangan yang membutuhkan kesiapsiagaan sekaligus ikhtiar bersama.

“Dalam Islam, musibah kekeringan ini bukan hanya fenomena alam biasa. Ini adalah saatnya kita semua untuk bermuhasabah, untuk introspeksi diri,” ujar Rahmat.

Pemerintah Daerah Provinsi Lampung, lanjutnya, terus melakukan berbagai langkah penanganan, mulai dari mitigasi aktivitas Gunung Anak Krakatau, penanganan kekeringan dan kebakaran hutan, hingga menghimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan.

Nasrullah: Tundukkan Hati dan Perbanyak Doa

Sementara itu, Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. H.M. Nasrullah Yusuf menjelaskan, pelaksanaan Salat Istisqa menjadi momentum penting untuk menguatkan spiritualitas dan kepedulian masyarakat.

“Shalat Istisqa menjadi momentum bagi kita untuk menundukkan hati, memperbanyak doa dan memohon pertolongan Allah SWT. Semoga Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa manfaat, serta memberikan keselamatan, kesehatan, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Lampung,” ujar Nasrullah.

Menurutnya, doa perlu berjalan beriringan dengan ikhtiar nyata. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan, menghemat penggunaan air, serta meningkatkan kepedulian terhadap kondisi alam di sekitarnya.

“Semoga doa dan ikhtiar kita bersama menjadi jalan turunnya rahmat Allah SWT bagi Provinsi Lampung dan seluruh masyarakatnya,” pungkasnya.

Teknokrat Dorong Kepedulian Lingkungan dan SDGs

Keikutsertaan Rektor Universitas Teknokrat Indonesia dalam acara tersebut juga menjadi bagian dari semangat Kampus Berdampak, yakni mendorong perguruan tinggi untuk hadir dan memberikan kontribusi nyata di tengah persoalan masyarakat.

acara Salat Istisqa dan doa bersama ini memiliki keterkaitan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya :

SDGs 3 – Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat di tengah kondisi kekeringan dan potensi bencana.

SDGs 13 – Penanganan Perubahan Iklim, melalui peningkatan kesadaran masyarakat terhadap dampak perubahan iklim, kekeringan, mitigasi bencana, dan pentingnya menjaga lingkungan.

SDGs 15 – Ekosistem Daratan, melalui penguatan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, hutan, sumber air, dan ekosistem daratan.

Universitas Teknokrat Indonesia terus mendorong sivitas akademika untuk tidak hanya unggul dalam bidang pendidikan, teknologi, dan inovasi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial dan lingkungan.

Melalui semangat Kampus Berdampak, Teknokrat berkomitmen membangun generasi yang memiliki ilmu pengetahuan, karakter, kepedulian sosial, serta kesadaran terhadap keberlanjutan lingkungan demi mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari