Friday, 25 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Sebelum Dikelola PT Eljohn, Pemkab Lambar Inventarisasi Aset Lumbok Seminung

25 September 2026 17:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
Sebelum Dikelola PT Eljohn, Pemkab Lambar Inventarisasi Aset Lumbok Seminung
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Pemerintah Kabupaten Lampung Barat tidak ingin kerja sama pengelolaan Kawasan Wisata Lumbok Seminung berhenti pada penandatanganan dokumen. Sehari setelah kerja sama dengan PT Eljohn diteken dalam rangkaian puncak HUT ke-35 Lampung Barat, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus bersama Wakil Bupati Mad Hasnurin langsung turun ke lapangan untuk melihat kondisi sekaligus mendata aset milik pemerintah daerah yang berada di kawasan tersebut.

Peninjauan dilakukan pada Jumat (25/9/2026) pagi di kawasan wisata Lumbok Seminung yang berada di tepian Danau Ranau. Langkah tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut kerja sama pengelolaan kawasan wisata sekaligus memastikan berbagai aset yang akan dikerjasamakan telah terinventarisasi dan memiliki potensi yang dapat dikembangkan secara optimal.

Bupati dan Wakil Bupati tidak hanya melihat kawasan dari satu titik, tetapi menyusuri beragam aset milik Pemkab Lampung Barat yang tersebar di kawasan wisata tersebut. Peninjauan dilakukan bersama jajaran perangkat daerah terkait serta Direktur Operasional PT Eljohn, Edi Sukamto, sebagai pihak yang akan terlibat dalam pengelolaan kawasan.

beragam pejabat yang ikut dalam agenda tersebut di antaranya Plt. Asisten Administrasi Umum, Inspektur, Kepala BKAD, Kepala Bapenda, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas PUPR, serta Plt. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata.

Objek yang ditinjau meliputi Hotel Resort Lumbok Seminung, Rumah Produksi Sentra IKM Olahan Ikan, Pasar Tematik, Taman Kehati, hingga beragam spot wisata yang berada di kawasan tepi Danau Ranau. Berbagai aset tersebut menjadi bagian penting dari rencana pengembangan kawasan Lumbok Seminung sebagai destinasi wisata yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga memiliki aktivitas ekonomi masyarakat.

Parosil menyampaikan, peninjauan langsung dilakukan untuk memastikan pemerintah daerah mengetahui secara jelas kondisi dan potensi seluruh aset yang dimiliki sebelum masuk pada tahap pengelolaan bersama pihak swasta. Menurutnya, inventarisasi menjadi hal penting agar kerja sama yang dijalankan memiliki dasar pengelolaan yang jelas.

"Hari ini kita turun langsung untuk mendata dan melihat potensi serta aset-aset yang kita miliki di Lumbok Seminung. Kita ingin memastikan semua aset dalam kondisi terinventarisir dengan baik sebelum dikerjasamakan dan dikelola oleh PT Eljohn," ujar Parosil saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, kawasan Lumbok Seminung memiliki beragam modal yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata yang lebih kuat. Selain berada di kawasan Danau Ranau, Pemkab Lampung Barat juga telah memiliki beragam fasilitas yang dapat menunjang pengembangan kawasan tersebut.

"Kita punya hotel resort, punya rumah produksi IKM olahan ikan, punya Taman Kehati, punya pemandangan Danau Ranau yang luar biasa. Ini modal besar. Kalau dikelola secara profesional oleh PT Eljohn, kita yakin Lumbok Seminung akan menjadi destinasi unggulan," ungkapnya.

Parosil memastikan, kerja sama dengan pihak swasta tersebut tidak berarti pemerintah daerah melepas kepemilikan atas aset yang ada. Aset-aset tersebut tetap menjadi milik Pemkab Lampung Barat, sedangkan pengelolaan dan pengembangannya dikerjasamakan dengan pihak yang dinilai memiliki kemampuan profesional dalam mengelola kawasan wisata.

Karena itu, peninjauan sehari setelah penandatanganan kerja sama dinilai penting untuk melihat langsung kondisi lapangan. Pemerintah daerah ingin memastikan aset yang akan masuk dalam skema kerja sama benar-benar terdata, sehingga pengelolaan kawasan dapat dilakukan secara terarah dan tidak mengabaikan fungsi aset milik daerah.

Selain mendorong pengembangan destinasi wisata, kerja sama tersebut juga diarahkan untuk memberikan dampak terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pemkab Lampung Barat mengharapkan optimalisasi aset yang selama ini dimiliki pemerintah dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar setelah dikelola secara profesional.

Namun, peningkatan PAD bukan menjadi satu-satunya tujuan yang ditekankan pemerintah daerah. Parosil menyebut masyarakat sekitar harus mendapatkan ruang dalam perkembangan kawasan wisata tersebut, terutama melalui keterlibatan pelaku UMKM, produk olahan ikan, serta berbagai potensi seni dan budaya lokal.

"Prinsipnya, aset tetap milik Pemkab, pengelolaannya yang kita kerjasamakan. Masyarakat sekitar harus tetap menjadi bagian penting, terutama untuk produk UMKM, olahan ikan, dan kesenian," tutur Parosil.

Ia mengharapkan pengembangan Lumbok Seminung nantinya tidak hanya membuat kawasan wisata semakin ramai dikunjungi, tetapi juga menciptakan perputaran ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya. Dengan demikian, keberadaan wisatawan diharapkan memberikan manfaat langsung terhadap pelaku usaha lokal dan masyarakat yang berada di sekitar kawasan. "Jadi wisata maju, ekonomi rakyat juga ikut maju. Itulah Beguai Jejama," tegas Parosil.

Peninjauan tersebut sekaligus menandai dimulainya langkah lanjutan setelah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Penyediaan (KSP) Kawasan Wisata Lumbok Seminung Resort antara Pemkab Lampung Barat dan PT Eljohn pada upacara puncak HUT ke-35 Lampung Barat di Lapangan Pemda, Kamis (24/9/2026).

Dengan inventarisasi aset dan pemetaan potensi di lapangan, Pemkab Lampung Barat ingin memastikan kerja sama pengelolaan kawasan Lumbok Seminung tidak sekadar menjadi agenda administratif, tetapi berlanjut pada pengelolaan aset yang produktif, pengembangan destinasi wisata, peningkatan PAD, serta keterlibatan masyarakat dalam pertumbuhan ekonomi kawasan. (*)

 

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari