BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
(BGN) melakukan penyesuaian sementara terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Kebijakan tersebut diambil seiring diterapkannya pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk melindungi peserta didik dari dampak kondisi darurat.
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati menyampaikan, operasional MBG di satuan pendidikan untuk sementara tidak dilakukan selama acara belajar mengajar tatap muka ditiadakan.
Menurutnya, penyesuaian diperlukan agar pelaksanaan program tetap aman, tepat sasaran, dan mengikuti kebijakan pemerintah daerah di tengah situasi kebencanaan.
"Keselamatan peserta didik dan seluruh warga satuan pendidikan menjadi pertimbangan utama dalam penyesuaian operasional MBG," ujar Khairul, dilansir Antara, Senin (7/9/2026).
Ia memastikan, penghentian sementara penyaluran MBG di sekolah bukan berarti program tersebut dihentikan, melainkan bentuk adaptasi terhadap perubahan pola pembelajaran selama kondisi darurat.
Di Lampung, kebijakan PJJ diberlakukan selama dua hari, yakni 7-8 September 2026. Sementara di Banten, PJJ diterapkan selama tiga hari mulai 7 hingga 9 September.
Adapun di DKI Jakarta, PJJ mulai diberlakukan 7 September dengan durasi yang masih menyesuaikan perkembangan kondisi dan kebijakan pemerintah daerah.
BGN menuturkan penyesuaian operasional MBG dilakukan dengan mengacu pada kondisi lapangan, kebijakan daerah, serta kesiapan sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
BGN juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk saat pembelajaran tatap muka kembali diperbolehkan.
Khairul memastikan BGN tetap berkomitmen menjaga keberlanjutan program MBG di tengah situasi erupsi Gunung Anak Krakatau.
Operasional akan kembali disesuaikan dengan perkembangan kondisi kebencanaan dan kebijakan pembelajaran di masing-masing wilayah, dengan keselamatan penerima manfaat tetap menjadi prioritas utama.