Friday, 09 October 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Tak Miliki IPAL, Produksi PT Indo Thai Coco Investama di Tarahan Disegel

09 October 2026 11:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 4 kali
Bagikan:
Tak Miliki IPAL, Produksi PT Indo Thai Coco Investama di Tarahan Disegel
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Lampung menyegel aktivitas produksi PT Indo Thai Coco Investama (ITCI) yang berlokasi di Jalan Lintas Sumatra KM 20, Tarahan, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (8/10/2026).

Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Provinsi Lampung, Wawan Sah, menuturkan penyegelan dilakukan dengan alasan perusahaan belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk air limbah dari aktivitas produksi.

"Selain itu perusahaan juga belum memiliki IPAL untuk air limbah dari aktivitas domestik. Sehingga aktivitas produksi nya dihentikan sementara," kata dia saat dimintai keterangan, Jum'at (9/10/1026).

Selain itu pihaknya juga menemukan adanya pembuangan air yang berasal dari bak atau kolam pengendapan untuk mengurangi debit pada bak atau kolam pengendapan. Ditemukan adanya air tanin dari sabut kelapa yang mengalir melalui siring pabrik menuju saluran drainase umum.

"Selain itu juga ditemukan juga hamparan fiber dan sabut kelapa dihalaman pabrik secara terbuka," paparnya.

Wawan menjelaskan jika pihaknya melakukan pengambilan sampel uji laboratorium di beberapa lokasi oleh PT. Star Lab yaitu 2 titik pada saluran drainase depan pabrik, 1 titik di sumur warga yang berlokasi di seberang pabrik.

"Kemudian 1 titik di sumur milik pabrik, 3 titik pengambilan uji udara ambien dan kebauan sesuai dengan Persetujuan Teknis Pemenuhan Baku Mutu Emisi Nomor: 228/Pertek/PE/ ITCI.10/2025 tanggal 22 Desember 2025," katanya.

Sebelumnya persoalan tersebut mencuat setelah warga Kampung Bumi Jawa melayangkan somasi terakhir kepada perusahaan.

Warga mempersoalkan cairan berwarna hitam dan berbau busuk yang diduga berasal dari aktivitas produksi perusahaan. Cairan itu disebut mengalir melalui parit menuju laut.

Warga mengklaim kondisi air di sekitar pesisir berubah menjadi keruh, berminyak, dan mengeluarkan bau menyengat. Tak hanya itu, beberapa warga juga mengeluhkan kondisi air sumur yang diduga ikut tercemar. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari