Wednesday, 09 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

212 Kasus ISPA Tercatat di Pesawaran, Dinkes Perkuat Pemantauan Dampak Abu Vulkanik

09 September 2026 14:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
212 Kasus ISPA Tercatat di Pesawaran, Dinkes Perkuat Pemantauan Dampak Abu Vulkanik
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

(Dinkes) Kabupaten Pesawaran mencatat 212 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang dilaporkan 15 puskesmas hingga Selasa (8/9/2026).

Di tengah potensi paparan abu vulkanik, pemerintah daerah kini memperketat pemantauan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan masyarakat.

Kepala Dinkes Pesawaran, dr. Imelda Carolia, menyampaikan surveilans dan pemantauan kasus ISPA dilakukan setiap hari di seluruh puskesmas, terutama wilayah yang berpotensi terdampak abu vulkanik.

Langkah tersebut dilakukan untuk mendeteksi sedini mungkin apabila terjadi peningkatan kasus maupun gangguan pernapasan lainnya.

Dari 212 kasus yang tercatat, sebanyak 32 kasus terjadi pada kelompok usia balita, sedangkan 180 kasus dialami masyarakat berusia lima tahun ke atas.

Kasus terbanyak dilaporkan Puskesmas Gedong Tataan dengan 31 kasus, disusul Puskesmas Kedondong sebanyak 29 kasus dan Puskesmas Bunut 22 kasus.

Meski demikian, Imelda menekankan angka tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa seluruh kasus ISPA berkaitan dengan paparan abu vulkanik.

Menurutnya, ISPA dapat dipengaruhi berbagai faktor sehingga diperlukan kajian epidemiologi dengan membandingkan data sebelum dan sesudah paparan serta kondisi lingkungan.

"Data tersebut merupakan data kasus ISPA yang ditemukan dan dilaporkan oleh fasilitas pelayanan kesehatan, bukan berarti seluruh kasus tersebut secara otomatis disebabkan oleh paparan abu vulkanik,” kata Imelda, Selasa (8/9/2026).

Dinkes Pesawaran juga memastikan hingga saat ini belum menerima laporan kasus pneumonia, baik pada kelompok balita maupun masyarakat berusia lima tahun ke atas.

Selain memperkuat pemantauan, Dinkes melakukan komunikasi risiko kepada masyarakat dan memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan.

Warga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah saat udara dipenuhi abu, menggunakan masker yang mampu menyaring partikel, serta menutup pintu dan jendela apabila abu masuk ke dalam rumah.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari