Monday, 07 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Abu GAK Menyebar, DKP3 Metro Pasang Strategi Lindungi Pangan

07 September 2026 18:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Abu GAK Menyebar, DKP3 Metro Pasang Strategi Lindungi Pangan
Foto: Radar Lampung

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

METRO, — Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro menyiapkan sebagian langkah untuk menjaga sektor peternakan, perikanan dan pertanian tetap berjalan di tengah ancaman dampak hujan abu vulkanik.

 

Plt Kepala DKP3 Kota Metro, Pipi Puspita Sari, menyampaikan pada sektor peternakan pihaknya mendorong penyediaan stok pakan darurat untuk kebutuhan dua hingga tiga bulan. Pakan dapat berupa konsentrat, hijauan kering (hay) maupun silase dari daerah yang aman.

 

"Yang paling penting adalah memastikan pakan tetap tersedia. Ternak produktif seperti sapi perah dan ayam petelur harus menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan ketersediaan pangan," kata Pipi.

 

Dikatakannya, peternak juga diminta memberikan tambahan vitamin A, D, E dan selenium untuk meningkatkan daya tahan ternak terhadap stres. Kemudian, apabila padang penggembalaan tertutup abu sekitar dua sentimeter, ternak tidak boleh langsung dilepas. Rumput sebaiknya dipotong bagian pucuk, dicuci bersih, kemudian diberikan sebagai pakan.

 

DKP3 Kota Metro juga menyarankan program inseminasi buatan (IB), dan disarankan untuk menunda satu hingga dua bulan sampai kondisi ternak pulih. DKP3 turut mendorong pembentukan bank pakan desa sebagai cadangan komunal.

 

"Kalau ternak masih stres, jangan dipaksakan untuk program perkawinan. Kita tunggu sampai kondisinya pulih agar kualitas bibit dan angka kelahiran tetap terjaga," jelasnya.

 

Di sektor perikanan, Pipi menyampaikan, dari kolam yang terkontaminasi dapat dipindahkan ke kolam terpal berisi air bersih dengan tambahan aerasi. Pemberian pakan dapat dikurangi menjadi sekitar 30-40 persen dari dosis normal saat air keruh untuk mencegah sisa pakan mencemari air. Probiotik seperti Bacillus sp. juga dapat digunakan untuk membantu menjaga kualitas air.

 

"Untuk pembenihan, sebaiknya ditunda sekitar dua minggu setelah hujan abu berhenti dan pH air kembali stabil di kisaran 6,5 sampai 7,5," ungkapnya.

 

Ia menuturkan lebih lanjut, untuk sektor pertanian diarahkan melakukan panen darurat terhadap padi dan jagung yang sudah mendekati masa panen sebelum abu semakin tebal. Hasil panen harus dibersihkan sebelum disimpan.

 

Untuk lahan yang akan ditanami kembali, lanjutnya, dapat dilakukan pengapuran dan penggunaan pupuk hayati, serta pola tanam bertahap dengan jeda satu hingga dua minggu antarblok.

 

"Jangan sampai hasil panen yang sudah ada justru rusak karena terkena abu. Saat pengeringan, gabah dan jagung harus ditutup plastik atau terpal. Kalau abu masih turun, gunakan mesin pengering atau simpan di gudang yang memiliki ventilasi baik," pungkasnya.

 

DKP3 juga mendorong penggunaan bibit atau varietas yang lebih tahan terhadap stres, kekeringan dan kondisi tanah masam untuk menjaga keberlanjutan produksi pada musim tanam berikutnya.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari