Tuesday, 08 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Melandai, Sekolah di Lampung Kembali Tatap Muka Mulai Besok

08 September 2026 23:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Melandai, Sekolah di Lampung Kembali Tatap Muka Mulai Besok
Foto: Radar Lampung

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Kabar baik bagi para siswa di Lampung.

Setelah dua hari menjalani pembelajaran daring akibat meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK), aktivitas belajar mengajar kembali digelar secara tatap muka.

Pembelajaran tatap muka tersebut mulai diadakan pada Rabu, 9 September 2026.

Keputusan tersebut diambil setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menerima rekomendasi dari beragam satuan tugas dan otoritas terkait.

Rekomendasi tersebut mempertimbangkan perkembangan kondisi terkini, termasuk kualitas udara dan aktivitas vulkanik GAK.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Thomas Amirico menyebutkan, aktivitas erupsi GAK pada Selasa, 8 September 2026, mulai menunjukkan tren melandai dan melemah.

"Telah kami sampaikan kepada Ibu Wakil Gubernur secara rinci mengenai beberapa rekomendasi dari berbagai satgas dan otoritas yang berwenang," kata Thomas di BPBD Lampung, Selasa, 8 September 2026.

Menurutnya, laporan yang menjadi bahan pertimbangan berasal dari Dinas Lingkungan Hidup terkait kondisi kualitas udara.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga memberikan laporan mengenai perkembangan aktivitas erupsi.

Berdasarkan kondisi tersebut, pemerintah memutuskan pembelajaran tatap muka kembali diberlakukan mulai besok.

Thomas menjelaskan, selama dua hari pelaksanaan pembelajaran daring pada Senin dan Selasa, pihak sekolah memanfaatkan waktu untuk melakukan pembersihan.

Pembersihan dilakukan di ruang kelas dan lingkungan sekolah.

"Selama dua hari masa pembelajaran daring kemarin, kami memfokuskan pada proses pembersihan ruang kelas dan lingkungan sekolah," ujarnya.

"Dengan begitu, saat para siswa kembali masuk besok, lingkungan sekolah sudah steril dan bersih," jelasnya.

Meski demikian, kembalinya siswa ke sekolah bukan berarti situasi sepenuhnya dianggap aman.

Pemprov Lampung masih akan memantau perkembangan aktivitas GAK dan kondisi lingkungan secara berkala.

Thomas menekankan kebijakan pembelajaran tatap muka dapat kembali dievaluasi apabila terjadi perubahan kondisi.

Evaluasi khususnya dilakukan jika aktivitas vulkanik kembali meningkat.

"Kebijakan ini bisa berubah sewaktu-waktu. Kami akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau," ucapnya.

"Apabila nanti level siaganya kembali naik, tentu kebijakan susulan akan segera kami ambil secepat mungkin," tegasnya.

Untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik terhadap kesehatan siswa dan guru, aktivitas selama pembelajaran tatap muka juga akan dibatasi.

Thomas meminta sekolah tidak menggelar aktivitas di luar kelas yang tidak mendesak, seperti olahraga dan upacara.

"Intinya adalah tetap menerapkan protokol kesehatan," ungkapnya.

"Hindari aktivitas di luar kelas seperti olahraga, upacara, maupun aktivitas lain yang tidak mendesak agar tidak mengganggu kesehatan," pesannya.

Seluruh aktivitas sekolah, lanjut dia, untuk sementara diarahkan berlangsung di dalam ruang kelas.

Siswa maupun guru juga diwajibkan menggunakan masker selama berada di lingkungan sekolah.

Dengan demikian, meski pembelajaran tatap muka kembali dimulai, sekolah diminta tetap menerapkan langkah antisipasi.

Sekolah juga diminta tidak lengah terhadap perubahan aktivitas GAK. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari