Tuesday, 08 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Pencuri Lepaskan Lima Kali Tembakan Saat Kepergok Warga Labuhan Ratu, Ketua RT Ikut Jadi Sasaran

08 September 2026 23:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
Pencuri Lepaskan Lima Kali Tembakan Saat Kepergok Warga Labuhan Ratu, Ketua RT Ikut Jadi Sasaran
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Pelaku pencurian melepaskan lima kali tembakan saat aksinya kepergok warga di Jalan Untung Suropati, Gang A. Somad, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Labuhan Ratu, Bandar Lampung, Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 21.40 WIB. 

Akibat peristiwa itu, satu warga bernama Junaidi (50) tertembak di betis kaki kanannya saat berupaya menggagalkan aksi pencurian. 

Ketua RT 005 LK II Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Labuhan Ratu, Bandar Lampung, Edi Sulistiana menyampaikan, dirinya bersama dengan warga sudah membuat sistem keamanan lingkungan dalam bentuk ronda malam yang sudah berlangsung selama 12 tahun. 

"Terkait kejadian kemarin itu merupakan musibah, tapi itu bagian ikhtiar kami untuk menjaga keamanan lingkungan. Itu bentuk kekompakan warga menggagalkan pencurian," ujar dia, Selasa (8/9/2026). 

Edi yang saat itu ikut berada di lokasi kejadian juga mengaku sempat ditodong senjata api oleh terduga pelaku yang berjumlah dua orang dengan mengendarai satu sepeda motor jenis matic. 

"Saya langsung balik badan, pelaku tetap menembak saya, tapi pelurunya gak keluar mungkin sudah habis," ungkap Edi. 

Edi memperkirakan pelaku melepaskan tembakan sebanyak lima kali. "Saya dengar sangat keras sekali karena jaraknya sangat dekat. Ciri-ciri pelakunya kurang jelas, hanya terlihat pakai masker mengendarai motor matic, karena sebagian CCTV milik warga kami ada yang rusak, kehadiran pelaku sangat cepat," bebernya. 

Personel kepolisian pun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pasca kejadian itu. Sementara warga bergotong royong membantu membiayai pengobatan operasi kaki Junaidi karena tidak bisa dicover BPJS Kesehatan. 

"Kemarin saya syok ada warga saya terkena musibah, kemudian biayanya ditaksir besar dan BPJS gak mengcover, akhirnya saya mengambil sikap. Kemudian diamini oleh para sesepuh untuk menggalang dana dari warga. Dana yang kelihatannya besar alhamdulillah tercover oleh warga. 100 persen dari warga," ucapnya. 

Edi menyebut kebutuhan awal untuk operasi kaki Junaidi sebesar Rp13,8 juta. "Kemudian kami minta keringanan, dibantu oleh salah satu warga akhirnya jadi Rp10 juta, kemudian mengajukan keringanan lagi dengan berbagai argumentasi jadi dapat Rp8 juta yang kita bayar," ucapnya.

Menurutnya tindakan terpuji masyarakat atas upaya menggagalkan aksi pencurian seperti ini bahkan sampai menjadi korban penembakan, seharusnya mendapat perhatian lebih dari pihak kepolisian maupun pemerintah, agar masyarakat tetap semangat bantu menjaga keamanan lingkungan. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari