Friday, 11 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

BGN Coret 1.653 Sekolah dari Daftar Penerima MBG

11 September 2026 12:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 4 kali
Bagikan:
BGN Coret 1.653 Sekolah dari Daftar Penerima MBG
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

(BGN) melakukan pemutakhiran data sasaran penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hasilnya, sebanyak 1.653 satuan pendidikan atau sekolah dikeluarkan dari daftar penerima program tersebut.

Kepala BGN, Sudaryono menyebutkan, mayoritas satuan pendidikan yang dicoret merupakan sekolah swasta bertaraf internasional hingga sekolah yang dinilai sudah mampu secara finansial.

"Mayoritas dari 1.653 yang kami exclude atau kami keluarkan dari daftar penerima manfaat tadi adalah sekolah-sekolah swasta bertaraf internasional, sekolah atau satuan pendidikan yang bekerja sama dengan institusi internasional maupun nasional dan sekolah-sekolah yang sudah mandiri secara finansialnya, tanpa bergantung pada bantuan operasional sekolah atau dana BOS," kata Sudaryono dalam keterangannya, dilansir Detikcom,  Kamis (10/9/2026).

Sudaryono menyebutkan pemutakhiran data dilakukan BGN bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama.

Pendataan tersebut mencakup lebih dari 580.000 satuan pendidikan di Indonesia, mulai dari sekolah negeri, madrasah, pondok pesantren hingga satuan pendidikan keagamaan lainnya.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 340.000 satuan pendidikan telah mendapatkan layanan MBG. Sementara sekitar 240.000 satuan pendidikan lainnya belum menerima program tersebut.

"Lebih dari 340.000 sekolah telah mendapatkan atau dilayani program MBG di sekolahnya artinya masih ada sekitar 240.000 sekolah yang belum menerima program MBG," ujar Sudaryono.

Menurut Sudaryono, pemutakhiran data dilakukan agar perluasan MBG dapat berjalan secara terukur. BGN juga ingin memastikan perluasan layanan mempertimbangkan prioritas serta kondisi masing-masing wilayah.

Di sisi lain, BGN mengaku menerima banyak permohonan dari sekolah yang hingga kini belum mendapatkan layanan MBG.

Sudaryono menyebutkan permohonan tersebut akan ditindaklanjuti. Namun, sekolah tidak otomatis langsung mendapatkan layanan karena BGN akan melakukan investigasi dan pemetaan terlebih dahulu.

"Kami menerima banyak sekali surat permohonan dari sekolah-sekolah yang belum mendapatkan MBG sampai saat ini dan itu akan kami investigasi untuk kemudian kami layani program MBG secara bertahap sesuai dengan tahapan-tahapan yang kami punyai," kata Sudaryono.

BGN mengemukakan pemutakhiran data ini menjadi bagian dari upaya memastikan penyaluran MBG dilakukan kepada sasaran yang sesuai sekaligus mendukung perluasan program secara bertahap.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari