Sunday, 13 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Bupati Lambar Minta Peratin Data Ulang Warga yang Terhapus dari PBI BPJS Kesehatan

13 September 2026 13:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 4 kali
Bagikan:
Bupati Lambar Minta Peratin Data Ulang Warga yang Terhapus dari PBI BPJS Kesehatan
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

(PBI) BPJS Kesehatan, namun kini tidak lagi tercakup dalam kepesertaan tersebut.

Permintaan itu disampaikan Parosil saat menghadiri pengajian dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Hidayah, Pekon Muara Jaya II, Kecamatan Kebun Tebu, Minggu (13/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti keluhan masyarakat terkait perubahan status kepesertaan BPJS Kesehatan yang sebelumnya mendapatkan pembiayaan melalui program PBI.

Menurut Parosil, terdapat masyarakat yang sebelumnya masuk dalam kelompok desil 1, 2, dan 3, tetapi kini tidak lagi mendapatkan jaminan melalui PBI yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kondisi tersebut dinilai perlu segera ditindaklanjuti agar masyarakat yang membutuhkan tidak kehilangan akses terhadap pelayanan kesehatan.

Parosil meminta para peratin turun langsung melakukan pendataan terhadap warganya, terutama mereka yang masuk dalam kelompok masyarakat kurang mampu tetapi kepesertaan PBI BPJS Kesehatannya telah terhapus.

"Pak Peratin, tolong nanti didata ya, mana masyarakat yang masuk desil satu, dua, dan tiga, tapi terhapus daripada dana PBI sehingga tidak memiliki BPJS. Agar dibantu oleh Dinas Sosial," kata Parosil.

Ia menilai pendataan ulang tersebut penting sebagai langkah awal pemerintah daerah untuk memastikan warga yang benar-benar membutuhkan tetap mendapatkan perhatian dan bantuan. Data dari tingkat pekon nantinya diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam melakukan penanganan melalui instansi terkait.

Parosil menggarisbawahi, jangan sampai persoalan administrasi kepesertaan membuat masyarakat kurang mampu kesulitan memperoleh pelayanan kesehatan ketika membutuhkan pengobatan. Menurutnya, pemerintah harus memastikan persoalan tersebut tidak berujung pada terhambatnya masyarakat mendapatkan layanan kesehatan.

"Supaya jangan terjadi hal yang tidak kita inginkan. Masyarakat kita mau berobat tapi tidak mendapatkan pelayanan kesehatan," ujarnya.

Ia juga meminta agar pendataan dilakukan secara tepat dan menyeluruh sehingga warga yang masuk dalam kategori membutuhkan dapat teridentifikasi. Dengan demikian, pemerintah melalui Dinas Sosial dapat menindaklanjuti masyarakat yang sebelumnya terhapus dari kepesertaan PBI BPJS Kesehatan.

Selain membahas persoalan jaminan kesehatan, Parosil dalam agenda tersebut juga mengajak masyarakat menjadikan Rasulullah Muhammad SAW sebagai suri teladan dalam kehidupan sehari-hari. Ia memiliki harapan momentum peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu memberikan makna dan manfaat bagi masyarakat.

Menurut Parosil, nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat dimulai dari lingkungan paling kecil, yakni keluarga. Ia mengajak masyarakat membangun keharmonisan rumah tangga sebagai bagian dari upaya menerapkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. "Kita awali dari rumah tangga kita sendiri terlebih dahulu, bagaimana kita menciptakan keharmonisan dalam rumah tangga," katanya.

Parosil memiliki harapan agenda keagamaan seperti pengajian dan peringatan Maulid Nabi dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus mempererat hubungan antarsesama. Ia menekankan pentingnya mengambil pesan dan pelajaran dari setiap agenda yang diadakan.

Sementara itu, Ketua Pelaksana agenda, Masudi, menuturkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut merupakan ikhtiar bersama untuk menjadikan Rasulullah sebagai suri teladan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, keteladanan Rasulullah diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat, baik dalam keluarga maupun lingkungan sosial.

Masudi juga mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk mengikuti rangkaian pengajian dengan khidmat serta menyimak pesan-pesan yang disampaikan. Ia memiliki harapan agenda tersebut dapat memberikan manfaat dan menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus meningkatkan keimanan serta menerapkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. (*) 

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari