BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Terbanggi Besar menjadi sasaran pemasangan stiker reflektif dalam operasi keselamatan yang digelar sejak 7 Oktober 2026.
Diketahui, Upaya ini dilakukan untuk membantu pengemudi mengenali keberadaan kendaraan besar di depannya, terutama saat kondisi jalan minim cahaya ýang dapat membuat terjadinya lakalantas dari belakang.
Selain meningkatkan visibilitas truk, acara di Rest Area KM 87 B tersebut juga menyasar pengemudi yang berpotensi mengalami kelelahan hingga microsleep saat berkendara.
Operasi yang berlangsung pukul 02.00 hingga 04.00 WIB itu melibatkan Tim Lalu Lintas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar, Sat PJR Polda Lampung Induk 2, serta personel TNI AL Lanal Lampung yang bertugas di bawah kendali operasi (BKO).
Manajer Operasi PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll (BTB), Agustinus Leonardo, menyampaikan pemasangan stiker reflektif merupakan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko kecelakaan, khususnya tabrak belakang yang dapat terjadi ketika pengemudi terlambat menyadari keberadaan kendaraan di depannya.
Menurut dia, stiker tersebut dirancang agar bagian belakang truk lebih mudah terlihat ketika terkena sorotan lampu kendaraan lain.
“Stiker reflektif membantu kendaraan truk lebih mudah terlihat ketika terkena sorotan lampu kendaraan dari belakang. Kami memiliki harapan langkah ini dapat meningkatkan kewaspadaan dan memberikan waktu yang lebih baik bagi pengemudi di belakang untuk mengantisipasi keberadaan kendaraan di depannya,” jelas Agustinus, Jumat, 9 Oktober 2026.
Di sisi lain, petugas juga memeriksa kondisi pengemudi dan memberikan edukasi mengenai bahaya microsleep. Langkah ini penting karena perjalanan pada malam hingga dini hari dapat meningkatkan risiko pengemudi kehilangan konsentrasi akibat rasa kantuk dan kelelahan.
Direktur PT BTB Charles Giroth mengingatkan pengguna jalan agar tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan ketika kondisi tubuh mulai menurun.
“Jangan memaksakan diri ketika mengantuk atau lelah. Jika kondisi tubuh mulai menurun, manfaatkan rest area untuk beristirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Keselamatan harus menjadi budaya dan tanggung jawab bersama,” ujar Charles.
Dalam operasi tersebut, petugas memantau 50 kendaraan, terdiri dari 23 kendaraan Golongan I dan 27 kendaraan Golongan II ke atas. Berdasarkan hasil pemantauan, mayoritas pengemudi dinilai dalam kondisi bugar dan layak melanjutkan perjalanan.
Petugas juga membagikan bingkisan kepada pengguna jalan sebagai bagian dari pendekatan simpatik sekaligus pengingat agar keselamatan tetap menjadi prioritas selama berkendara.
PT BTB menyerukan pengendara untuk menjaga jarak aman, mengendalikan kecepatan, serta memastikan kondisi kendaraan mendukung keselamatan perjalanan. Pengemudi yang mulai mengantuk disarankan menepi dan beristirahat di tempat yang telah disediakan daripada mengambil risiko tetap berkendara.
Upaya pencegahan tersebut diharapkan dapat menekan potensi kecelakaan di Tol Bakauheni–Terbanggi Besar, terutama pada jam-jam rawan ketika jarak pandang terbatas dan kondisi fisik pengemudi rentan menurun.(*)