Thursday, 24 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Double Teaching Mulai Diterapkan di 17 Sekolah, 200 Lebih Guru Lampung Diuji Pola Mengajar Baru

24 September 2026 19:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
Double Teaching Mulai Diterapkan di 17 Sekolah, 200 Lebih Guru Lampung Diuji Pola Mengajar Baru
Foto: Radar Lampung

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mulai menguji pola baru pengembangan kompetensi guru melalui program Double Teaching.

Lebih dari 200 guru akan ditempatkan secara bergantian untuk mengajar bersama guru internal di 17 sekolah di Kota Bandar Lampung.

Program yang diluncurkan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung, Kamis, 24 September 2026, ini menjadi langkah awal.

Konsep serupa akan diperluas ke seluruh kabupaten/kota di Lampung pada bulan depan.

Kepala Disdikbud Lampung Thomas Amirico mengungkapkan, Double Teaching dirancang untuk menciptakan ruang pertukaran pengalaman dan praktik terbaik antarguru.

Dalam program tersebut, guru akan mendapat suasana mengajar yang berbeda dengan ditempatkan selama satu bulan secara bergantian di sekolah lain.

Mereka kemudian mengajar bersama guru internal sekolah tujuan.

"Harapannya, mereka dapat saling berbagi ilmu dan praktik terbaik, saling melengkapi serta saling mendukung untuk menciptakan proses pembelajaran yang paling efektif dan aktif di era saat ini," kata Thomas.

Menurut dia, interaksi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas guru, tetapi juga membuat proses pembelajaran di kelas menjadi lebih aktif.

Pada tahap awal, program difokuskan di Bandar Lampung dengan melibatkan 17 sekolah.

Para guru dijadwalkan mulai menjalankan program tersebut pada Senin, 28 September 2026.

Tiga mata pelajaran menjadi fokus utama, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika.

Thomas menjelaskan, ketiga mata pelajaran itu dipilih karena merupakan mata pelajaran inti yang berkaitan erat dengan kemampuan literasi, numerasi, daya nalar, dan analisis siswa.

Khusus pembelajaran Matematika, Disdikbud Lampung juga menggandeng Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Tim dosen nantinya disiapkan untuk membantu menghadirkan metode pembelajaran Matematika yang lebih mudah dipahami siswa.

"Konsep ini nantinya kami terapkan di sekolah-sekolah di Kota Bandar Lampung agar pembelajaran Matematika ke depannya menjadi lebih baik," ujarnya.

Senada, Ketua Dewan Pendidikan Lampung Prof Syafrimen menilai Double Teaching sebagai inovasi yang dapat menjawab tantangan peningkatan kualitas pendidikan.

Khususnya melalui pertukaran pengalaman antarguru.

Ia menyebut konsep tersebut memiliki kemiripan dengan model Teacher's Expert Sharing atau Teacher's Expert Model yang telah diterapkan di beberapa negara seperti Australia, Selandia Baru, dan Finlandia.

Dalam konsep itu, guru yang memiliki pengalaman atau keahlian tertentu tidak hanya berbagi pengetahuan di sekolah tempatnya bertugas.

Guru juga dapat memberikan contoh dan pengalaman kepada guru di sekolah lain.

"Inilah yang kita sebut dengan Double Teaching di Lampung," kata Syafrimen.

Meski tahap awal baru menyasar 17 sekolah di Bandar Lampung, Syafrimen memiliki harapan program tersebut tidak berhenti sebagai proyek percontohan.

Sebab, kebutuhan peningkatan kualitas pembelajaran juga terdapat di sekolah-sekolah yang tersebar di 14 kabupaten/kota lainnya.

"Rencananya, konsep ini akan diterapkan di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Lampung pada bulan depan," ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPRD Lampung M. Syukron Muchtar menyoroti sisi lain dari peluncuran program tersebut.

Menurut dia, Double Teaching menarik karena dimulai tanpa menggunakan anggaran khusus.

Di tengah efisiensi anggaran, ia menilai kreativitas semacam itu dapat menjadi alternatif untuk tetap menjalankan program peningkatan kualitas pendidikan.

"Saya sangat mengapresiasi karena program ini bersifat non-budgeter, tidak menggunakan anggaran khusus di awal peluncuran," kata Syukron.

"Ini adalah bentuk kreativitas di tengah efisiensi anggaran," sambung Syukron.

Namun, dukungan terhadap program tersebut tetap akan melihat hasil pelaksanaannya.

Syukron mengungkapkan DPRD Lampung akan ikut memantau dan mengevaluasi pelaksanaan Double Teaching.

Jika program terbukti menghasilkan dampak terhadap kualitas pendidikan dan peningkatan Indeks infrastruktur dan pengembangan Manusia (IPM), DPRD akan mendorong penerapannya secara lebih luas.

"Nanti akan kita pantau bersama proses berjalannya program ini," ungkapnya.

"Jika pelaksanaannya berjalan lancar serta menghasilkan output dan outcome yang terbukti mampu meningkatkan IPM dan kualitas pendidikan di Lampung, maka kami akan mendorong penerapannya di 14 kabupaten/kota lainnya," jelasnya.

Termasuk apabila pada tahap selanjutnya program membutuhkan anggaran, DPRD Lampung membuka ruang untuk memberikan dukungan.

"Jika ke depannya program ini membutuhkan anggaran, tentu akan kami dukung," ujarnya.

Dengan demikian, Double Teaching kini menghadapi tahap penting: membuktikan apakah pertukaran pengalaman antarguru yang dimulai dari 17 sekolah tersebut mampu menghasilkan perubahan nyata di ruang kelas.

Program tersebut akan dievaluasi sebelum diperluas ke seluruh Lampung. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari