BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
beragam calon siswa yang semula terdata mengikuti program SMA Terbuka di Lampung batal melanjutkan pendidikan melalui jalur tersebut.
Alasannya beragam, mulai dari sudah terdaftar di sekolah lain hingga bekerja di luar daerah.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung per 18 September 2026, enam calon siswa batal mengikuti program SMA Terbuka.
Mereka berasal dari dua satuan pendidikan, yakni SMAN 1 Jatiagung dan SMAN 1 Kalianda.
Kepala Disdikbud Lampung Thomas Amirico, S.STP., M.H., membenarkan adanya calon siswa yang batal mengikuti program tersebut.
“Kalau untuk di Jatiagung itu ada empat siswa yang batal masuk, dan ada juga di Kalianda sebanyak dua siswa,” ujar Thomas, Jumat, 18 September 2026.
Di Jatiagung, empat calon siswa batal masuk program SMA Terbuka.
Satu siswa diketahui telah lulus dari SMK swasta, satu lainnya tidak memiliki riwayat pendidikan SMP.
Sementara itu, dua calon siswa lainnya diketahui bekerja di luar Lampung.
Di Kalianda, dua calon siswa juga batal mengikuti program SMA Terbuka.
Satu siswa masih tercatat aktif sebagai siswa di SMA negeri lain, sedangkan satu lainnya telah dinyatakan lulus melalui program Paket C.
Menurut Thomas, pendataan calon siswa menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak yang belum menyelesaikan sekolah.
“Program ini kita buat untuk memberikan akses bagi anak putus sekolah agar dapat melanjutkan sekolah,” ujar Thomas, Jumat, 18 September 2026.
Meski terdapat calon siswa yang batal masuk, program SMA Terbuka masih mencatat ratusan peserta di berbagai wilayah Lampung.
Hingga 18 September 2026, tercatat 304 siswa aktif mengikuti program SMA Terbuka yang tersebar di 15 lokasi di Lampung.
Jumlah tersebut tersebar di beragam kabupaten dan kota dengan jumlah peserta yang berbeda-beda.
Peserta terbanyak sementara tercatat di SMA Terbuka Terusan Nunyai dengan 37 siswa.
Jumlah tersebut disusul SMAN 1 Kotaagung dengan 33 siswa.
SMA Terbuka Padang Cermin 1 dan SMA Terbuka SMAN 1 Kalirejo masing-masing mencatat 30 siswa.
Sementara itu, SMA Terbuka Way Jepara memiliki 30 siswa, Jatiagung 26 siswa, dan SMAN 2 Pringsewu 24 siswa.
Adapun SMA Terbuka SMAN 1 Tanjung Bintang, Tulang Bawang Barat, mencatat 19 siswa.
SMA Terbuka 6 Bandar Lampung memiliki 17 siswa, SMAN 1 Liwa 14 siswa, dan SMA Terbuka Batanghari 12 siswa.
Lalu SMA Terbuka Baradatu dan Banjar Agung masing-masing memiliki sembilan siswa.
SMAN 1 Kotabumi mencatat delapan siswa, sedangkan SMA Terbuka SMAN 1 Kalianda memiliki enam siswa.
Selain SMA Terbuka, Disdikbud Lampung juga menjalankan program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Program tersebut diikuti 23 orang di SMAN 2 Bandar Lampung.
“Kalau PJJ 23 orang, di SMAN 2 Bandar Lampung,” kata Thomas.
Melalui SMA Terbuka dan PJJ, Disdikbud Lampung berupaya memberikan alternatif pembelajaran bagi anak-anak yang terkendala mengikuti pendidikan reguler.
Dengan aktivitas belajar yang telah berlangsung, kedua program tersebut diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak yang belum menyelesaikan pendidikan.
Program tersebut juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk kembali belajar dan melanjutkan sekolah. (ely)