BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyerukan masyarakat, wisatawan, hingga nelayan untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Saat ini, status gunung api setinggi 157 mdpl tersebut berada pada Tingkat Aktivitas Level III (Siaga).
Berdasarkan laporan pengamatan MAGMA-VAR periode Kamis, 10 September 2026 pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, kondisi visual Gunung Anak Krakatau tertutup kabut.
"Kondisi cuaca berawan dengan angin bertiup lemah ke arah barat laut. Suhu udara berkisar 25,9 hingga 26,1 derajat Celsius dan kelembaban 81 sampai 87 persen," tulis Penyusun Laporan PVMBG-BG KESDM, Anggi Nuryo Saputro, Kamis, 10 September 2026.
Secara visual, asap kawah tidak teramati akibat intensitas kabut level 0–III. Selain itu, jaringan CCTV visual pengamatan di lapangan dilaporkan dalam kondisi nonaktif (off).
Meski demikian, pemantauan kegempaan mencatat adanya aktivitas signifikan:
Gempa Hybrid/Fase Banyak: Terekam sebanyak 3 kali dengan amplitudo 11–14 mm dan durasi 4–7 detik.
Tremor Menerus (Microtremor): Masih terus terekam dengan amplitudo 2–7 mm (dominan 3 mm).
Mengingat status Siaga yang masih berlangsung, PVMBG meminta seluruh pihak mematuhi rekomendasi zona bahaya radius 3 km guna mengantisipasi potensi erupsi mau pun lontaran material pijar