Tuesday, 22 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Harga Perak Dunia Tembus USD 66 per Ons, Begini Prediksi Pergerakan dan Analisis Pasarnya

22 September 2026 13:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
Harga Perak Dunia Tembus USD 66 per Ons, Begini Prediksi Pergerakan dan Analisis Pasarnya
Foto: Radar Lampung

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Laju harga komoditas logam mulia jenis perak di pasar internasional tercatat bergerak fluktuatif pada perdagangan Selasa, 22 September 2026.

Berdasarkan pantauan data pasar keuangan global, harga perak dunia saat ini bertahan di kisaran USD 66,08 hingga USD 66,44 per troy ons.

Pergerakan harga komoditas berharga ini sedang berada dalam fase konsolidasi yang cukup dinamis menjelang penutupan kuartal ketiga tahun ini.

Dinamika yang terjadi di pasar komoditas global tersebut tak lepas dari bayang-bayang kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed).

Sikap The Fed yang masih belum sepenuhnya melunak terkait arah suku bunga acuan menjadi salah satu pemicu utama pergerakan harga perak.

Selain isu suku bunga, pergerakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat juga turut memberikan tekanan langsung terhadap harga logam mulia.

Kombinasi kedua faktor makroekonomi tersebut memicu volatilitas harga, baik di pasar spot internasional maupun pasar fisik domestik.

Pada transaksi pasar internasional hari ini, harga beli (buyback) perak tercatat berada di level USD 66,08 per ons, sementara harga jualnya mencapai USD 66,15 per ons.

Jika dikonversikan ke mata uang regional seperti Dong Vietnam (VND), harga perak dunia ini berada pada kisaran VND 1.724.000 hingga VND 1.730.000 per ons.

Sementara itu, untuk pergerakan di pasar domestik Asia, perdagangan perak di grup Phu Quy berada di kisaran VND 2.227.000 untuk harga beli dan VND 2.296.000 untuk harga jual.

Di wilayah perdagangan umum seperti Hanoi, harga beli perak fisik berada di angka VND 1.976.000 dan harga jual menyentuh VND 2.043.000 per ons.

Adapun di kawasan Ho Chi Minh City, perak dibanderol pada kisaran VND 1.980.000 untuk transaksi beli dan VND 2.047.000 per ons untuk transaksi jual.

Para pelaku pasar mengingatkan bahwa selisih harga jual dan beli (bid-ask spread) pada komoditas perak secara historis memang cenderung lebih lebar dibandingkan emas.

Memasuki hari perdagangan berikutnya, Rabu, 23 September 2026, harga perak diproyeksikan bakal bergerak mendatar (sideways) hingga menguat terbatas.

Kisaran pergerakan harga perak esok hari diperkirakan bakal berada di rentang angka USD 65,80 hingga USD 66,90 per troy ons.

Faktor utama yang menahan laju kenaikan harga perak secara agresif adalah ketatnya sinyal pengetatan moneter yang terus disuarakan oleh otoritas The Fed.

Namun di sisi lain, penurunan moderat pada imbal hasil obligasi AS menjelang pertengahan pekan menjadi angin segar yang menopang harga perak dari koreksi dalam.

Dukungan kuat juga datang dari fundamental industri, di mana pasokan perak dunia masih mengalami defisit akibat melonjaknya konsumsi sektor teknologi hijau.

Tingginya permintaan perak dari manufaktur panel surya, infrastruktur jaringan 5G, serta industri kendaraan listrik (EV) menjadi benteng penahan harga agar tidak merosot tajam.

Secara jangka panjang hingga akhir tahun 2026, konsensus lembaga keuangan dunia seperti J.P. Morgan dan Bank of America tetap optimistis memproyeksikan rata-rata harga perak di kisaran USD 65 hingga USD 70 per ons. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari