Monday, 12 October 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Lengan Dua Siswa SD di Pringsewu Lebam, Diduga Dipukul Guru Pakai Gagang Sapu

12 October 2026 14:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 5 kali
Bagikan:
Lengan Dua Siswa SD di Pringsewu Lebam, Diduga Dipukul Guru Pakai Gagang Sapu
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Kupastuntas.co, Pringsewu – Seorang guru SD Negeri 1 Pandansari, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, berinisial EY, diduga melakukan kekerasan terhadap dua siswa kelas IV berinisial D dan H. Dugaan pemukulan tersebut kini menjadi perhatian pihak sekolah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pringsewu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kupastuntas.co, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (3/10/2026) di dalam ruang kelas saat aktivitas belajar mengajar berlangsung. EY diduga memukul bagian atas lengan kedua siswa menggunakan gagang sapu hingga menimbulkan lebam. Selain itu, pada bagian punggung kedua anak tersebut terlihat bekas yang diduga akibat cubitan.

Seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menyampaikan, sebelum pemukulan terjadi, EY memanggil D dan H ke depan kelas. Guru tersebut kemudian disebut menanyakan bagian tubuh mana yang bersedia dipukul, seperti lengan, badan, atau punggung. Kedua siswa itu disebut memilih bagian lengan.

"Jadi aksi pemukulan itu disambut sorak sorai murid lainnya. Mungkin karena merasa mendapat dukungan dari murid, EY makin semangat melakukan pemukulan," ujar sumber tersebut.

Sumber itu juga menyebut D memiliki riwayat epilepsi dan sempat meminta agar pemukulan dihentikan karena baru menjalani kontrol kesehatan. Namun, menurut keterangan sumber, pemukulan tetap berlanjut. "Anak itu sudah ngomong, 'Udah loh, Pak, jangan dipukul lagi, saya baru kontrol,' tapi masih saja tetap dipukul," katanya.

Ibu D, Candra, mengaku keluarga awalnya tidak mengetahui kejadian tersebut karena anaknya tidak mau bercerita. Keluarga baru mengetahui dugaan kekerasan itu setelah salah seorang teman D menyampaikan kepada neneknya bahwa D telah dipukul oleh gurunya di sekolah.

Saat ditemui di kediamannya pada Senin (12/10/2026), Candra menyampaikan pihak keluarga telah menyerahkan penanganan persoalan tersebut kepada Komisi Nasional Perlindungan Anak Kabupaten Pringsewu. Ia memilih tidak memberikan banyak komentar karena proses penanganan sedang berjalan.

"Dalam masalah ini saya tidak banyak bicara karena kami (pihak keluarga) sudah menyerahkan ke Komnas Perlindungan Anak," ujar Candra.

Candra membenarkan bahwa EY bersama perwakilan dinas dan pihak sekolah telah mendatangi rumahnya untuk meminta maaf. Namun, ia belum bersedia menyampaikan keterangan lebih jauh mengenai persoalan tersebut.

Sementara itu, saat Kupastuntas.co mendatangi SD Negeri 1 Pandansari untuk meminta klarifikasi, EY tidak berada di sekolah. Seorang guru menyebut EY belum diperbolehkan mengikuti aktivitas belajar mengajar sebelum persoalan tersebut selesai ditangani. Pada saat yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah SD Negeri 1 Pandansari, Masruroh, sedang berada di Dinas Pendidikan.

Masruroh membenarkan adanya kejadian yang melibatkan EY dan kedua siswa tersebut. Ia mengaku menyesalkan dugaan tindakan kekerasan itu karena dinilai mencoreng nama baik sekolah. Menurutnya, setelah mengetahui kejadian tersebut, ia langsung meminta EY mendatangi rumah D dan H untuk menyampaikan permintaan maaf.

"Setelah mengetahui kejadian tersebut, saya langsung memerintahkan EY ke rumah D dan H untuk minta maaf," kata Masruroh. Ia menuturkan lebih lanjut, persoalan tersebut sedang ditangani pihak terkait, termasuk Komnas Perlindungan Anak.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pringsewu, Supriyanto, menyampaikan pihaknya telah mendatangi sekolah dan menemui keluarga kedua siswa. Dinas juga menjadwalkan pemanggilan resmi terhadap EY untuk meminta keterangan mengenai dugaan kekerasan tersebut.

"Hari ini guru yang bersangkutan (EY) kami panggil secara resmi untuk dimintai keterangan. Terkait sanksi, menunggu hasil pemeriksaan. Harap sabar, nanti akan kami sampaikan perkembangan selanjutnya," ujar Supriyanto.

Di sisi lain, Kanit Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pringsewu, Aiptu Zultomi, menyampaikan pihaknya belum menerima laporan resmi terkait dugaan kekerasan oleh guru terhadap siswa tersebut. Informasi mengenai dugaan tindakan serupa sebelumnya, yakni EY disebut pernah memukul bagian kepala D hingga kesakitan, juga masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak terkait.(*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari