BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Pemerintah Kabupaten Lampung Barat mulai menyalurkan seragam sekolah gratis bagi peserta didik. agenda tersebut berlangsung di SMP Negeri 1 Batu Ketulis dan dihadiri langsung Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, Wakil Bupati Mad Hasnurin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Barat Tati Sulastri, beragam kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta tamu undangan lainnya.
Bagi wali murid, bantuan yang diberikan pemerintah daerah bukan sekadar pembagian pakaian sekolah, tetapi menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kebutuhan pendidikan sekaligus upaya meringankan beban orang tua dalam memenuhi perlengkapan sekolah anak.
Salah seorang wali murid, Rohim, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bupati Parosil Mabsus beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Barat atas program tersebut.
Ia menilai kehadiran pemerintah dalam memberikan bantuan pendidikan menjadi bukti bahwa kebutuhan masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, mendapat perhatian.
"Terima kasih sebesar-besarnya dan apresiasi kepada Bupati Parosil Mabsus. Bagi kami, pembagian ini bukan hanya pembagian seragam, tetapi hari ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir dalam pendidikan anak kami,” ujar Rohim.
Menurut Rohim, seragam yang diterima siswa memiliki makna lebih dari sekadar pakaian untuk dikenakan saat bersekolah. Seragam tersebut menjadi simbol adanya perhatian, kepedulian dan harapan pemerintah terhadap masa depan anak-anak di Lampung Barat.
“Seragam ini bukan hanya sepasang baju sekolah, tetapi menjadi bukti bahwa ada perhatian, ada kepedulian dan ada harapan. Tentu saja, di balik harapan itu kami menitipkan masa depan anak,” katanya.
Ia menginginkan perhatian pemerintah terhadap pendidikan tidak berhenti pada program pembagian seragam. Sebab, pendidikan merupakan proses panjang yang membutuhkan dukungan berkelanjutan dari pemerintah, sekolah, orang tua dan seluruh masyarakat.
"Kami menginginkan kebaikan ini tidak berhenti di sini karena pendidikan adalah jalan panjang untuk mengubah masa depan anak kami. Yang menerima ini tidak menutup kemungkinan mereka lah yang menjadi wajah Lampung Barat di masa depan,” ucapnya.
Rohim juga menyampaikan beragam aspirasi terkait keamanan dan kenyamanan anak-anak di sekitar lingkungan sekolah.
Ia menjelaskan, lokasi SD dan SMP di wilayah tersebut berada berdekatan dengan jalan raya. Kondisi jalan yang lurus membuat kendaraan yang melintas kerap memacu kecepatan cukup tinggi sehingga dinilai membutuhkan perhatian dari pemerintah.
“Kami menginginkan ada penambahan rambu jalan untuk mengantisipasi, karena SD dan SMP berdekatan dan lokasinya dekat dengan jalan raya. Jalannya lurus dan kendaraan yang melintas sering ngebut,” ujarnya.
Selain rambu lalu lintas, Rohim juga menginginkan adanya peningkatan penerangan jalan di sekitar lingkungan sekolah dan akses yang digunakan masyarakat.
Ia menyebut masih terdapat jalan yang kondisinya gelap pada malam hari. Bahkan, beragam anak harus diantar orang tua ketika hendak mengikuti agenda mengaji di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) karena kondisi jalan yang minim penerangan.
Aspirasi tersebut mendapat perhatian dari Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus. Ia meminta jajaran pemerintah daerah mencatat dan menindaklanjuti kebutuhan masyarakat tersebut, terutama yang berkaitan dengan lampu jalan maupun rambu lalu lintas yang menjadi kewenangan Dinas Perhubungan.
"Tolong dicatat ini, Pak Asisten, karena saya lihat tadi Dinas Perhubungan tidak mendampingi. Ini masuknya ke Dinas Perhubungan. Lampu jalan termasuk juga lampu lalu lintas, nanti akan menjadi perhatian,” tegas Parosil.
Di hadapan para orang tua dan peserta agenda, Parosil memastikan bahwa pemerintah daerah akan terus memberikan perhatian terhadap sektor pendidikan di Lampung Barat.
Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu fondasi utama dalam menyiapkan sumber daya manusia dan masa depan daerah sehingga tidak dapat hanya dibebankan kepada sekolah maupun pemerintah.
“Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memberikan perhatian terhadap pendidikan. Kita ingin memastikan anak-anak Lampung Barat mendapatkan hak pendidikan dengan baik dan orang tua tidak merasa sendiri dalam menyiapkan kebutuhan pendidikan anaknya,” kata Parosil.
Ia memastikan, komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, salah satunya pembagian seragam sekolah gratis.
Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan orang tua sekaligus memastikan peserta didik memiliki perlengkapan yang layak untuk mengikuti proses pembelajaran.
"Pendidikan ini investasi jangka panjang. Apa yang kita lakukan hari ini mungkin hasilnya tidak langsung kita rasakan, tetapi beberapa tahun ke depan anak-anak inilah yang akan menjadi generasi penerus dan menentukan wajah Lampung Barat. Karena itu, pemerintah, sekolah dan orang tua harus bersama-sama memastikan mereka mendapatkan pendidikan yang layak,” ujarnya.
Parosil juga menekankan bahwa infrastruktur dan pengembangan pendidikan membutuhkan kekompakan seluruh pihak. Ia mengapresiasi kehadiran unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Batu Ketulis, para kepala sekolah tingkat SD, SMP, MI dan MTs, tokoh agama, tokoh masyarakat serta para orang tua siswa.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah kecamatan, sekolah dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan program pendidikan dapat berjalan dengan baik.
"Bagaimana kita mewujudkan program pemerintah pusat, program pemerintah provinsi, program pemerintah daerah sampai program pemerintah kecamatan. Kalau tidak kompak, tidak akan bisa. Makanya saya senang, Alhamdulillah Batu Ketulis sudah menunjukkan identitas kewilayahannya dengan lengkap forum komunikasinya,” ujar Parosil.
Dalam kesempatan tersebut, Parosil juga mengingatkan bahwa tanggung jawab pendidikan bukan hanya berada di tangan kepala sekolah atau pemerintah.
Orang tua memiliki peran penting dalam mendampingi anak, sementara sekolah dan pemerintah berkewajiban menciptakan lingkungan serta kebijakan yang mendukung proses pendidikan.
Berdasarkan data yang dihimpun jumlah siswa pada satuan pendidikan di Kecamatan Batu Ketulis yang tercatat mencapai 345 siswa, terdiri dari 172 laki-laki dan 173 perempuan. Setiap siswa mendapat 3 stel seragan, jadi total 1.035 stel seragam.
Program seragam sekolah gratis tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara langsung kepada keluarga penerima, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dalam memperkuat sektor pendidikan dan menyiapkan generasi penerus daerah.