Wednesday, 30 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Pekerja Migran Asal Lampung Koma 5 Bulan di Taiwan, Keluarga Berharap Dewi Segera Dipulangkan

30 September 2026 17:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
Pekerja Migran Asal Lampung Koma 5 Bulan di Taiwan, Keluarga Berharap Dewi Segera Dipulangkan
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

pulang ke Lampung belum terwujud. Dewi Ratnasari, pekerja migran Indonesia (PMI) asal Desa Kedung Ringin, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur, masih menjalani perawatan di Taiwan setelah mengalami kecelakaan lalu lintas pada April 2026. Hingga kini, Dewi disebut masih dalam kondisi koma dan belum sadarkan diri.

Dewi sebelumnya bekerja sebagai perawat lansia di Taiwan. Ia telah menjalani pekerjaan tersebut sekitar satu setengah tahun sebelum musibah terjadi.

Menurut Sudirno, kecelakaan dialami Dewi ketika sedang mengantar majikannya menggunakan kursi roda menuju taman di sekitar tempat tinggal. Dalam perjalanan, Dewi diduga ditabrak kendaraan dari arah belakang.

Keluarga pertama kali menerima kabar mengenai kecelakaan tersebut pada 17 April 2026. Informasi terkait kondisi Dewi kemudian diperoleh keluarga melalui komunikasi dengan pihak agen yang menangani pekerjaannya di Taiwan. Sejak kecelakaan itu, Dewi menjalani perawatan di Hsin Yong Ho Hospital, Taiwan.

"Secepatnya kami memiliki harapan ada penanganan terbaik untuk Dewi. Kalau memungkinkan, kami ingin Dewi bisa dirawat di Indonesia agar lebih dekat dengan keluarga," kata Sudirno, dilansir Tribun, Rabu (30/9/2026).

Keluarga mengaku terus menunggu perkembangan kondisi Dewi sambil memiliki harapan adanya bantuan dari pemerintah untuk memastikan penanganan medis dan proses pemulangannya. Keinginan membawa Dewi ke Tanah Air tentunya tetap menunggu kondisi medis serta prosedur yang berlaku di Taiwan.

Persoalan tersebut juga mendapat perhatian Garda Buruh Migran Indonesia (BMI) Lampung Timur. Ketua Garda BMI Lampung Timur, M. Amir, meminta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Balai Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Lampung ikut memfasilitasi penanganan Dewi.

Menurutnya, keluarga membutuhkan kepastian mengenai kondisi Dewi sekaligus pendampingan dalam proses perlindungan PMI di Taiwan.

Kasus Dewi kemudian disampaikan kepada Menteri Transmigrasi RI M. Iftitah Sulaiman Suryanagara saat melakukan kunjungan ke Lampung Timur pada September 2026.

Iftitah menjelaskan pemerintah memiliki perangkat perlindungan bagi PMI di Taiwan dan pemantauan terhadap kondisi Dewi akan dilakukan melalui pihak terkait di negara tersebut.

Ia menjelaskan, proses pemulangan PMI yang mengalami persoalan di luar negeri tidak selalu dapat dilakukan secara cepat karena harus mengikuti prosedur negara tempat PMI bekerja. Kendala administratif maupun keimigrasian, apabila ada, dapat memengaruhi proses kepulangan.

Namun, Iftitah memastikan upaya perlindungan tetap dilakukan. Setelah proses di Taiwan selesai dan jadwal kepulangan dapat ditentukan, PMI yang kembali ke Indonesia akan mendapatkan penanganan lebih lanjut dari pemerintah, termasuk koordinasi menuju daerah asal.

"Secepatnya nanti akan dilakukan pemantauan dan perlindungan," ujar Iftitah.

Kini keluarga Dewi masih menanti perkembangan kondisi putrinya setelah lebih dari lima bulan menjalani perawatan.

Mereka memiliki harapan penanganan medis terus diberikan secara maksimal dan pemerintah dapat membantu memastikan perlindungan serta kemungkinan pemulangan Dewi ke Lampung Timur apabila kondisi medis dan seluruh persyaratan memungkinkan.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari