BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
- Delbert Shammy Putra, pelajar kelas IX SMP Darma Bangsa Bandar Lampung, meraih Juara 3 kompetisi seni lukis yang diikuti peserta dari beragam negara.
Kompetisi tersebut mempertemukan pelukis muda melalui 432 karya dari Indonesia, Korea Selatan, India, dan Malaysia.
Palestina turut ambil bagian dalam ajang tersebut sebagai partisipan kehormatan.
Delbert berhasil melewati beragam tahapan seleksi hingga masuk jajaran pemenang kategori usia 15–18 tahun.
Posisi pertama dan kedua kategori tersebut masing-masing ditempati peserta asal Malaysia, sementara Delbert berada di peringkat ketiga.
Selain meraih penghargaan, karya Delbert mendapat kesempatan dipamerkan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) di Jakarta.
Pameran berlangsung selama sepekan, mulai 6 hingga 12 September 2026.
Rangkaian aktivitas diawali pembukaan pameran sekaligus penyerahan medali kepada para pemenang pada Minggu, 6 September 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan melalui perwakilan Kementerian Kebudayaan RI, Suharyanto, Deputi Bidang Pengembangan Bahan Perpustakaan dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional Indonesia.
Kesibukan sebagai pelajar tidak menghentikan Delbert, yang merupakan anak Pahlia Putra, untuk terus mengembangkan kemampuannya dalam seni lukis.
Pelajar yang akrab disapa Sho tersebut rutin mengikuti pembelajaran melukis di Sanggar Lukis Hello Art.
Waktu di sela aktivitas sekolah dan les dimanfaatkannya untuk berlatih sekaligus mengeksplorasi kemampuan dalam menghasilkan karya.
Latihan yang dilakukan secara konsisten membuat kemampuan Sho berkembang hingga mampu menghasilkan karya yang bersaing dalam kompetisi internasional.
Pameran di Perpusnas RI juga bukan pengalaman pertamanya karena Sho sebelumnya pernah mengikuti beragam pameran seni di Yogyakarta dan Bandar Lampung.
Sho mengaku senang sekaligus tidak menyangka karyanya mendapat apresiasi hingga mengantarkannya meraih posisi ketiga.
“Saya sangat senang dan bangga bisa mendapatkan juara tiga,” ujar Delbert.
“Apalagi karya saya bisa dipamerkan di Perpustakaan Nasional,” lanjutnya.
Menurut Delbert, pengalaman tersebut menjadi hal berharga yang membuatnya semakin bersemangat untuk terus melukis.
“Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga dan membuat saya semakin semangat untuk terus melukis,” katanya.
Penghargaan tersebut tidak membuat Delbert ingin berhenti berkarya, tetapi justru mendorongnya terus belajar dan meningkatkan kemampuan melukis.
“Saya ingin terus belajar melukis, membuat karya yang lebih baik dan bisa mengikuti pameran atau kompetisi lainnya,” ujarnya.
“Saya juga mengharapkan bisa terus membawa nama Lampung lewat karya-karya saya,” sambung Delbert.
Apresiasi terhadap karya Sho bahkan berlanjut setelah pameran karena ia mulai menerima beragam pesanan lukisan dari masyarakat.
Lima Murid Hello Art Lolos 20 Besar
Bukan hanya Sho, lima murid Sanggar Hello Art lainnya juga berhasil melewati seleksi dan masuk dalam 20 besar kompetisi tersebut.
Karya kelima pelajar itu turut dipajang dalam pameran yang berlangsung di Gedung Perpustakaan Nasional RI.
Keberhasilan tersebut menunjukkan para murid Hello Art mampu bersaing dalam ajang seni yang melibatkan peserta dari beberapa negara.
Bagi Sho, penghargaan tersebut tidak sekadar menjadi medali, tetapi juga membuka kesempatan bagi karyanya untuk dilihat publik di Perpusnas RI.
Karya tersebut sekaligus menjadi bagian dari perjalanan Sho sebagai pelukis muda Lampung yang membawa karyanya ke panggung lebih luas. (*)