Thursday, 17 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Pembangunan SUTT Dente Teladas-Seputih Banyak Tersendat, 62 Tapak Tower Masih Belum Bebas

16 September 2026 17:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 4 kali
Bagikan:
Pembangunan SUTT Dente Teladas-Seputih Banyak Tersendat, 62 Tapak Tower Masih Belum Bebas
Foto: Radar Lampung

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Pengadaan tanah untuk pembangunan daerah SUTT 150 kV Dente Teladas-Seputih Banyak di Lampung masih menyisakan 62 tapak tower.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung kini memverifikasi dokumen perencanaan pengadaan tanah (DPPT) untuk melanjutkan proses pembangunan daerah jaringan transmisi tersebut.

Verifikasi dilakukan melalui rapat koordinasi Tim Verifikasi DPPT pembangunan daerah SUTT 150 kV Dente Teladas-Seputih Banyak, Rabu, 16 September 2026.

Jaringan listrik tersebut akan melintasi wilayah Kabupaten Lampung Tengah dan Tulang Bawang dengan total kebutuhan lahan sekitar 4,9 hektare.

Asisten Bidang Perekonomian dan pembangunan daerah Provinsi Lampung Mulyadi Irsan menjelaskan proyek tersebut mencakup 192 tapak tower di dua kabupaten.

“Diharapkan DPPT ini ya mencakup 192 tapak tower di dua kabupaten, ada Lampung Tengah dan Tulang Bawang. Total kebutuhan 4,9 hektar ya,” kata Mulyadi.

Dari total tersebut, sebanyak 130 tapak tower telah dinyatakan clear dengan kebutuhan lahan sekitar 3,4 hektare.

“Sudah clear 130 tapak tower, kurang lebih 3,4. Sedangkan 62 akan direncanakan pembebasannya dengan proses pengadaan tanah ya,” ujarnya.

Namun, proses tersebut belum dapat berlanjut sepenuhnya karena dokumen perencanaan pengadaan tanah masih harus dilengkapi.

“Tim verifikasi telah memeriksa kelengkapan dan kesesuaian. DPPT yang dituangkan dalam verifikasi ada hasil terlampir di poinnya itu, yang keempat dalam hal kelengkapan dokumen DPPT belum sepenuhnya dinyatakan sesuai dan lengkap oleh tim,” jelas Mulyadi.

Menurut Mulyadi, hasil verifikasi menjadi bahan perbaikan sebelum tahapan pengadaan tanah berikutnya digelar.

“Selanjutnya pembentukan tim persiapan, salah satu muatannya adalah lembar verifikasi belum terpenuhi untuk dilakukan pengembalian. Pada intinya hanya disampaikan secara tertulis oleh ketua tim verifikasi,” katanya.

Sementara itu, Ridho Muntaha menjelaskan pembangunan daerah SUTT tersebut merupakan bagian dari tugas Unit Induk pembangunan daerah (UIP) Sumatera Bagian Selatan.

Unit tersebut bertugas membangun berbagai infrastruktur ketenagalistrikan, mulai dari gardu induk, jaringan transmisi, hingga pembangkit.

“Jadi unit induk pembangunan daerah itu salah satu unit induk yang diamanahkan untuk melakukan pembangunan daerah infrastruktur. Baik ini dalam hal gardu induk, transmisi, dan juga nantinya kalau mungkin ada pembangunan daerah eh pembangkit,” ujar Ridho.

UIP Sumatera Bagian Selatan memiliki tiga unit pelaksana proyek, yakni UPP 1 Palembang, UPP 2 Bengkulu, dan UPP 3 Lampung.

“Nah saat ini unit induk pembangunan daerah ini Sumatera bagian selatan ada 3 unit cabang istilahnya. UPP 1 itu di Palembang, UPP 2 di Bengkulu, dan UPP 3 ini yang di Lampung,” katanya.

Ridho menyebut beberapa proyek ketenagalistrikan juga tengah berjalan di Lampung, termasuk jalur Gardu Induk Teluk Ratai dan Seputih Banyak-Menggala.

“Salah satunya yang sedang berjalan itu di jalur gardu induk Teluk Ratai. Terus kemudian saat ini yang akan kita diskusikan di jalur Seputih Banyak Menggala. Dua-duanya 150 KV, SUTT,” jelasnya.

Ia menuturkan lebih lanjut, pengembangan jaringan transmisi tersebut merupakan bagian dari pembangunan daerah infrastruktur kelistrikan di wilayah Lampung dan sekitarnya.

“Alhamdulillah kami menyelesaikan SUTET yang 275,” ujarnya.

Khusus jalur Dente Teladas-Seputih Banyak, jaringan transmisi tersebut akan melintasi 16 desa yang tersebar di Lampung Tengah dan Tulang Bawang.

“Dan memang secara total ada eh melintasi 16 desa dari Lampung Tengah dan Tulang Bawang. Dan memang secara mayoritas ada di Lampung Tengah sebanyak 13 desa dan sisanya 3 desa itu di Tulang Bawang,” kata Ridho.

Sebagian besar tapak tower juga berada di Lampung Tengah dengan proporsi sekitar 60 hingga 70 persen dari keseluruhan tapak.

“Jumlah tapaknya eh beraneka ragam dan memang secara mayoritas hampir 60-an persen, 70% itu ada di Lampung Tengah,” ujarnya.

Untuk sisa lahan yang belum bebas, Ridho menjelaskan proses pengadaan tanah masih berjalan dan ditargetkan rampung hingga akhir 2026.

“Kami secara timeline seperti yang sudah disempat disinggung, kami saat ini dan nanti insyaallah targetkan di sampai akhir tahun ini bisa melakukan eh pembebasan di sisa 19 tapak yang belum bebas nantinya,” pungkasnya. (dil)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari