Saturday, 19 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Tokoh Mesuji Sebut Sekolah Negeri Minim Buku: Pendidikan Kita Sedang Akut

19 September 2026 15:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Tokoh Mesuji Sebut Sekolah Negeri Minim Buku: Pendidikan Kita Sedang Akut
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

dari kalangan tokoh, salah satunya tokoh masyarakat Kabupaten Mesuji sekaligus tokoh pemekaran Kabupaten Mesuji, yakni Agus Salim Harahap.

Agus Salim Harahap mengaku bertahun-tahun sudah gerah melihat sistem pendidikan saat ini,  yang menjadi masalah mendasar yakni mengenai sekolah negeri milik pemerintah yang tidak menyediakan buku pembelajaran kepada siswa/siswi.

Ia menyebut, persoalan buku ini harus dituntaskan, dalam arti pemerintah pusat harus terjun ke lapangan, melihat realita di lapangan anak bangsa saat ini seperti apa di sekolah negeri.

"Saya menilai, pendidikan kita sekarang sudah terbilang akut, masak iya di sekolah negeri tidak ada buku cetak atau buku LKS siswa, mau jadi apa anak tersebut nantinya, " tandas Agus Salim Harahap, Sabtu (19/09/2026).

Setelah melihat realita di lapangan, ternyata seluruh dewan guru saat ini ketakutan jika menyediakan dan menyuruh siswa membeli buku.

"Nah, hal ini yang menjadi celaka. Guru pada takut, nanti dikira pungli atau apalah itu. Kalau memang guru tidak diperbolehkan, seharusnya guru menghimbau bagi yang mau untuk membeli buku cetak atau LKS, dan itu juga guru takut," ungkapnya.

Untuk itu, Agus mengingatkan, kepada seluruh wali murid untuk bisa menyadari bahwa, tanpa ada pedoman buku sebagai pembelajaran, itu bisa membahayakan tingkat kecerdasan si anak.

"Kita harus peka, kita harus sadar. Tanpa buku kita akan menjadi bodoh. Bila ada guru yang menyarankan untuk membeli buku dengan kriteria dari guru tersebut, ya seharusnya dibelikan. Nantikan ada anjuran dari guru tersebut untuk membeli buku penerbitnya apa yang sama dengan buku yang dimiliki guru tersebut," imbuhnya.

Selain itu, Agus Salim Harahap menilai, bila hal seperti ini terus dibiarkan, maka generasi penerus akan menjadi rusak. Karena kerusakan suatu negara itu salah satunya adalah mempertahankan kebodohan.

"Jangan sampai generasi penerus kita menjadi bodoh dengan aturan-aturan aneh saat ini. Kasihan anak sekolah, kasihan guru," terangnya.

Ketika disinggung bahwa ada rencana pemerintah pusat akan memberikan buku cetak kepada pelajar di seluruh sekolah, Agus Salim Harahap meminta agar segera dipercepat.

"Kalau memang ada rencana, tolong dipercepat. Dan saya sebagai warga negara Indonesia sangat mengharapkan bahwa pendistribusian satu buku cetak itu diperuntukan ke satu siswa. Jadi anak-anak pegang buku sendiri, jangan satu buku untuk lima anak, hal itu tidak akan efektif dalam proses pembelajaran di sekolah, karena anak juga mau belajar di rumah menggunakan buku cetak tersebut," tandasnya.

Di tempat terpisah, wali murid warga Simpang Pematang, Beny Permadi juga mengeluhkan hal yang sama, dirinya merasa kesulitan dalam hal buku belajar.

"Saya pusing, tidak ada buku panduan di sekolah negeri saat ini, buku cetak tidak ada, LKS juga tidak ada, jadi pusing ngajarin anak di rumah. Saya mengharapkan agar pemerintah pusat memberikan buku gratis ke siswa/siswi. Kalaupun harus beli, saya tidak keberatan demi anak pendidikan anak saya sendiri," harapnya.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari