Saturday, 05 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

1.206 Stel Seragam Disalurkan ke Pelajar di Belalau Lampung Barat

05 September 2026 14:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 5 kali
Bagikan:
1.206 Stel Seragam Disalurkan ke Pelajar di Belalau Lampung Barat
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

menyalurkan bantuan seragam sekolah gratis kepada 402 siswa di Kecamatan Belalau, sebagai upaya meringankan beban orang tua sekaligus memastikan seluruh anak mendapatkan perlengkapan sekolah yang layak.

Bantuan tersebut terdiri dari seragam merah putih, seragam Pramuka dan seragam batik, serta dilengkapi buku tulis untuk menunjang kebutuhan belajar siswa.

Dari total 402 siswa penerima bantuan tersebut, sebanyak 217 merupakan siswa laki-laki dan 185 siswa perempuan. Dengan masing-masing siswa mendapatkan tiga stel seragam, total bantuan pakaian sekolah yang disalurkan mencapai 1.206 stel seragam.

Program ini diharapkan dapat mengurangi pengeluaran orang tua, khususnya saat anak memasuki tahun ajaran baru.

Penyaluran bantuan seragam gratis tersebut berlangsung di SD Negeri 2 Kenali, Kecamatan Belalau, Sabtu (5/9/2026) dan dihadiri Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, Wakil Bupati Mad Hasnurin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Barat Tati Sulastri, beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta tamu undangan lainnya.

Program tersebut tidak hanya dipandang sebagai pemberian bantuan pakaian sekolah, tetapi menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk memastikan persoalan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak Lampung Barat untuk mendapatkan pendidikan.

Pemerintah ingin memastikan kebutuhan dasar siswa selama mengikuti pendidikan dapat terpenuhi, mulai dari seragam hingga perlengkapan untuk menunjang proses belajar.

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menekankan, pemerintah daerah tidak ingin masih ada anak yang tidak bersekolah hanya karena terkendala seragam maupun biaya pendidikan.

Menurutnya, beberapa program pemerintah telah diarahkan untuk mengurangi beban orang tua, mulai dari seragam sekolah gratis, penghapusan iuran komite, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Jangan sampai ada lagi anak yang tidak sekolah karena terkendala seragam ataupun biaya sekolah. Pemerintah sudah membantu, ada seragam gratis, iuran komite dihapus dan ada MBG,” kata Parosil.

Ia meminta masyarakat bersama-sama memastikan seluruh anak usia sekolah tetap mendapatkan pendidikan. Apabila masih ditemukan anak yang enggan bersekolah, Parosil meminta persoalan tersebut tidak langsung dianggap sebagai bentuk kemalasan, tetapi perlu dicari tahu penyebabnya. Sebab, menurutnya, bisa saja terdapat persoalan lain yang membuat anak tidak nyaman berada di lingkungan sekolah.

Parosil juga menyinggung kemungkinan adanya anak yang merasa minder atau menjadi korban perundungan karena kondisi seragam yang kurang layak. Karena itu, ia mengharapkan program seragam gratis dapat menghilangkan kesenjangan tersebut.

Dengan seragam merah putih, Pramuka dan batik yang diberikan secara merata, siswa diharapkan dapat tampil lebih percaya diri saat mengikuti agenda belajar di sekolah.

“Kalau ada anak yang tidak ingin sekolah, tolong dicari tahu apa kendalanya. Bisa saja ada anak yang dibully karena seragamnya jelek atau sebagainya. Sekarang semua seragamnya bagus dan sama, merah putih sama, Pramuka sama, sehingga tidak ada alasan lagi untuk tidak sekolah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemberian tiga stel seragam kepada setiap siswa memang dirancang agar kebutuhan pakaian sekolah dapat terpenuhi. Apabila terdapat seragam yang ukurannya terlalu besar, Parosil menuturkan hal tersebut masih dapat disesuaikan dengan cara dikecilkan.

Menurutnya, yang terpenting bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan dan memberikan manfaat langsung bagi keluarga penerima.

Parosil juga meminta sekolah tidak lagi membebani orang tua dengan kewajiban membeli perlengkapan tambahan yang tidak mendesak, khususnya kaos olahraga secara bersama-sama.

Ia mengaku masih menerima laporan dari masyarakat terkait adanya permintaan pembelian kaos olahraga, sehingga pihak sekolah diminta lebih bijak dalam menentukan kebutuhan siswa.

"Tidak perlu lagi ada pembelian kaos. Bebaskan saja untuk pemakaian kaos agar program ini terasa. Saya masih sering menemukan laporan masyarakat kalau masih ada yang diminta membeli kaos olahraga secara bersamaan. Daripada membeli kaos olahraga, lebih baik uangnya digunakan untuk membeli sepatu,” tegasnya.

Menurut Parosil, program seragam gratis juga memiliki keterkaitan dengan program MBG karena keduanya sama-sama diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar anak selama menjalani pendidikan. Jika seragam dan perlengkapan belajar terpenuhi, sementara kebutuhan gizi juga diperhatikan melalui MBG, maka orang tua diharapkan semakin terbantu dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak.

"Program pembagian seragam gratis ini selaras dengan program MBG. Kebutuhan anak kita dipenuhi, seragam terpenuhi dan makan gratis juga dipenuhi,” katanya.

Ia sekaligus meminta masyarakat ikut melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG dan segera melaporkan apabila menemukan persoalan kepada Satgas MBG agar pelaksanaannya sesuai dengan tujuan pemerintah, terutama dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.

Selain program seragam gratis Parosil menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Lampung Barat juga menjalankan berbagai program untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, di antaranya beasiswa kedokteran, pengembangan budaya dan olahraga, pendidikan sekolah dasar, serta program kewirausahaan.

Sementara pembangunan daerah infrastruktur, termasuk jalan, tetap dilanjutkan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah yang terbatas.

Dari sisi penerima bantuan, program tersebut mendapat apresiasi dari para wali murid. Perwakilan wali murid SD Negeri 2 Kenali, Lis, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah atas bantuan yang diberikan.

Ia mengharapkan seragam dan buku tulis yang diterima dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk lebih giat belajar sekaligus membantu mengurangi pengeluaran orang tua.

“Terima kasih atas bantuannya. Semoga menjadi penyemangat dan meringankan beban orang tua. Semoga anak-anak kami bisa membanggakan orang tua, sekolah dan daerah,” ujar Lis.

Wali murid lainnya, Pitona, juga mengharapkan program seragam sekolah gratis tersebut dapat terus dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya.

Menurutnya, bantuan tersebut sangat bermanfaat karena kebutuhan seragam dan perlengkapan sekolah merupakan salah satu pengeluaran yang cukup dirasakan oleh keluarga. Dengan adanya bantuan tersebut, orang tua dapat mengalihkan sebagian biaya untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak lainnya.

Dengan penyaluran 1.206 stel seragam untuk 402 siswa, ditambah buku tulis, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat mengharapkan program tersebut tidak berhenti sebagai bantuan sesaat, tetapi menjadi bagian dari upaya menciptakan akses pendidikan yang lebih merata.

Pesan utama yang ingin ditegaskan pemerintah pun sederhana: jangan sampai ada anak di Lampung Barat yang kehilangan kesempatan bersekolah hanya karena persoalan seragam atau keterbatasan biaya.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari