Wednesday, 23 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

111 Ribu Siswa Lampung Bersiap Hadapi TKA, Sekolah Diminta Perkuat Latihan

23 September 2026 15:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 4 kali
Bagikan:
111 Ribu Siswa Lampung Bersiap Hadapi TKA, Sekolah Diminta Perkuat Latihan
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

111.165 siswa SMA, SMK, SLB dan Paket C di Provinsi Lampung dijadwalkan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun ini.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung meminta seluruh sekolah melakukan persiapan secara optimal, termasuk memperkuat pembelajaran, menyiapkan mentor dan pemateri, serta memanfaatkan bank soal untuk latihan secara rutin.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menyampaikan pelaksanaan TKA tahun ini secara umum masih memiliki pola yang hampir sama dengan pelaksanaan sebelumnya.

Thomas menjelaskan, pelaksanaan TKA akan berlangsung dalam beberapa gelombang. Untuk reguler gelombang pertama, TKA dijadwalkan pada 26-29 Oktober, sedangkan reguler gelombang kedua diselenggarakan pada 2-5 November.

"Selain itu, terdapat pelaksanaan TKA khusus untuk mata pelajaran wajib yang dijadwalkan pada 31 Oktober-1 November, serta TKA khusus mata pelajaran pilihan pada 7-8 November," kata dia saat dimintai keterangan, Rabu (23/9/2026).

Dengan jumlah peserta yang mencapai lebih dari 111 ribu siswa, Thomas memiliki harapan sekolah tidak hanya menunggu pelaksanaan TKA, tetapi sejak jauh hari melakukan pembinaan dan latihan secara terstruktur.

"Kita memiliki harapan sekolah segera melatih dengan bank soal dan menyiapkan materi. Kemudian anak-anak juga dipersiapkan bagaimana mereka bisa belajar dengan giat, sehingga nanti Lampung hasil TKA-nya baik," ujar Thomas.

Menurutnya, kesiapan peserta didik tidak hanya bergantung pada kemampuan mengerjakan soal, tetapi juga pada proses pembelajaran yang dilakukan sekolah selama ini.

Karena itu, sekolah didorong untuk menyiapkan para mentor maupun pemateri yang mampu memberikan pendampingan secara efektif kepada siswa.

"Tahun ini kita lebih konsen, lebih fokus untuk bagaimana sekolah-sekolah menyiapkan para mentor, kemudian juga pemateri, serta menyiapkan bank soal untuk diuji dan dilatih secara rutin kepada anak didik kita," katanya.

Thomas memiliki harapan latihan yang dilakukan secara rutin dapat membuat siswa lebih terbiasa menghadapi berbagai bentuk soal dan mampu mengukur kemampuan akademiknya sebelum mengikuti TKA.

"Sehingga nanti pada saat TKA mereka mampu mengerjakannya, kemudian dengan diiringi doa dan ikhtiar. Sehingga nanti sukses Lampun pada saat pelaksanaan TKA," ujarnya.

Lebih jauh, Thomas memastikan bahwa TKA bukan sekadar acara untuk menguji siswa dalam menjawab soal. Menurutnya, TKA juga menjadi salah satu instrumen untuk melihat sejauh mana proses pembelajaran yang telah berlangsung memberikan dampak terhadap capaian akademik peserta didik.

"TKA ini sebenarnya menguji kemampuan, bagaimana pembelajaran itu berdampak. Apakah hasilnya maksimal atau tidak," kata Thomas.

Ia menjelaskan, melalui TKA, capaian kognitif masing-masing siswa dapat diukur. Hasil tersebut kemudian dapat menjadi bahan evaluasi terhadap proses pendidikan yang telah berlangsung selama siswa menempuh pembelajaran.

"Artinya kita mengukur capaian kognitif masing-masing siswa, sehingga selama tiga tahun itu prosesnya bagus atau tidak. Sehingga menjadi bahan evaluasi kita, bagaimana proses pembelajaran di masa depan supaya lebih meningkatkan mutu dan kualitasnya," jelasnya.

Menurut Thomas, hasil TKA nantinya diharapkan tidak hanya menjadi gambaran kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi bagi sekolah dan pemangku kepentingan pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Karena itu, ia mengajak seluruh sekolah, guru, mentor, orang tua, dan peserta didik untuk bersama-sama mempersiapkan pelaksanaan TKA dengan serius. Persiapan tersebut dilakukan melalui pembelajaran yang konsisten, latihan soal secara berkala, penguatan materi, serta membangun kesiapan siswa agar mampu mengikuti tes dengan optimal.

Dengan persiapan yang dilakukan secara menyeluHasil TKA tersebut selanjutnya dapat menjadi salah satu bahan evaluasi untuk terus memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan mutu serta kualitas pendidikan di Provinsi Lampung.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari