Wednesday, 09 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Abu Anak Krakatau Serbu Fasilitas Publik Pringsewu, Polisi dan Damkar Turun Tangan

09 September 2026 22:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
Abu Anak Krakatau Serbu Fasilitas Publik Pringsewu, Polisi dan Damkar Turun Tangan
Foto: Radar Lampung

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) tak hanya menyelimuti ruas jalan dan lingkungan permukiman.

beragam fasilitas publik di Kabupaten Pringsewu ikut terdampak, mulai dari sekolah hingga rumah ibadah lintas agama.

Kondisi tersebut membuat jajaran Polres Pringsewu bersama petugas pemadam kebakaran (Damkar) turun langsung ke lapangan. Abu vulkanik yang menempel di beragam fasilitas dibersihkan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berlangsung dengan lebih nyaman.

Aksi pembersihan dilakukan di beragam titik yang terdampak. Di Kecamatan Gadingrejo, petugas menyasar SMKN 1 Gadingrejo yang berada di Pekon Bulurejo.

Sementara di Kecamatan Pagelaran, pembersihan dilakukan di SDN 1 Pekon Pujiharjo serta Masjid Al Falah di Sukaratu.

Pergerakan petugas juga menjangkau wilayah Kecamatan Pringsewu. beragam fasilitas yang dibersihkan antara lain Masjid Taqwa Pringsewu, Gereja Santo Yusuf, Vihara Bodhicitta, dan SMP Xaverius. Langkah serupa dilakukan di Kecamatan Sukoharjo dengan menyasar Gereja Kerasulan Baru dan Pura Astawa Yoga di Pekon Panggungrejo.

Sedangkan di Kecamatan Pardasuka, petugas melakukan pembersihan di Masjid Jami Pekon Pardasuka serta SDN 1 Pardasuka Timur.

Pembersihan tersebut bukan sekadar menghilangkan abu yang terlihat. Langkah itu menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan fasilitas yang setiap hari digunakan masyarakat, terutama sekolah dan rumah ibadah.

Di tengah kondisi tersebut, semangat gotong royong menjadi salah satu kekuatan dalam menghadapi dampak erupsi. Polisi bersama unsur pemadam kebakaran memilih turun langsung, membantu membersihkan fasilitas yang terdampak sekaligus memastikan lingkungan publik tetap layak digunakan.

Namun penanganan dampak abu vulkanik tidak berhenti pada aksi bersih-bersih.

Polres Pringsewu juga membagikan masker kepada masyarakat di beragam lokasi. Pembagian tersebut menyasar warga dan pengguna jalan yang tetap harus beraktivitas di luar rumah di tengah kondisi udara yang terdampak abu vulkanik.

Langkah itu menjadi bentuk mitigasi sederhana untuk membantu masyarakat mengurangi paparan abu, khususnya bagi warga yang memiliki aktivitas tinggi di ruang terbuka.

Kasi Humas Polres Pringsewu Ipda Rahmat Basuki, mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra, menjelaskan kehadiran polisi di tengah masyarakat merupakan bagian dari respons terhadap dampak sebaran abu vulkanik.

“Polri bersama unsur terkait terus berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya membantu membersihkan fasilitas publik yang terdampak abu vulkanik serta memberikan perlindungan kepada masyarakat melalui pembagian masker,” ujar Rahmat.

Menurutnya, penanganan dampak abu vulkanik membutuhkan keterlibatan berbagai unsur. Karena itu, kepolisian terus bergerak menyesuaikan kondisi di lapangan dan membantu fasilitas maupun masyarakat yang terdampak.

Sebelumnya, Polres Pringsewu juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah dianjurkan menggunakan masker serta mengikuti perkembangan informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau dari sumber resmi.

Bagi masyarakat Pringsewu, sebaran abu vulkanik menjadi pengingat bahwa dampak erupsi tidak berhenti di sekitar kawasan gunung api. Ketika material vulkanik terbawa angin, fasilitas publik yang jauh dari sumber erupsi pun dapat ikut terdampak.

Karena itu, pembersihan fasilitas umum, pembagian masker, hingga penyiraman jalan menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan sekaligus mengurangi dampak abu vulkanik.

Di tengah abu yang masih tersisa, aparat dan masyarakat kini bergerak bersama. Bukan hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga memastikan ruang publik tetap bisa digunakan dan warga mendapat perlindungan selama kondisi belum sepenuhnya pulih.

 

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari