Monday, 07 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Kota Metro, Sekolah Diliburkan

07 September 2026 11:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 5 kali
Bagikan:
Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Kota Metro, Sekolah Diliburkan
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

(GAK) mulai dirasakan masyarakat di sebagian wilayah Provinsi Lampung, termasuk Kota Metro. Abu vulkanik yang terbawa angin menjadi ancaman bagi kesehatan sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana, mengajak masyarakat tidak menganggap remeh sebaran abu vulkanik.

Menurutnya, keselamatan dan kesehatan warga harus menjadi prioritas di tengah kondisi udara yang berpotensi tercemar partikel abu.

“Masyarakat Kota Metro yang saya cintai, mari tingkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan bersama,” ujar Rafieq dalam imbauannya kepada masyarakat, Senin (7/9/2026).

Rafieq meminta warga yang tidak memiliki kepentingan mendesak untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalkan paparan abu vulkanik, terutama bagi anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki sensitivitas terhadap gangguan pernapasan.

Imbauan itu disampaikan setelah abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dilaporkan telah menyebar ke sebagian wilayah, termasuk Kota Metro.

Pada Minggu, 6 September 2026, warga Metro juga melaporkan adanya abu halus yang turun dan menempel di sebagian permukaan rumah serta kendaraan.

"Bukan hanya aktivitas masyarakat yang terdampak. Pemerintah Kota Metro juga mengambil langkah pencegahan di sektor pendidikan. acara belajar mengajar tatap muka untuk sementara dialihkan menjadi pembelajaran dari rumah secara daring pada Senin-Selasa, 7-8 September 2026," ucapnya.

Kebijakan tersebut berlaku bagi satuan pendidikan di Kota Metro mulai dari PAUD, TK, SD, SMP hingga Unit Layanan Disabilitas, baik negeri maupun swasta.

Kebijakan itu diambil sebagai langkah antisipasi untuk melindungi peserta didik dan tenaga pendidik dari paparan abu vulkanik.

Langkah Kota Metro tersebut sejalan dengan kebijakan Jajaran Pemprov Lampung. Melalui Surat Edaran Orang nomor satu di Lampung Nomor 150 Tahun 2026, seluruh satuan pendidikan di Lampung diminta mengalihkan pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran daring sebagai antisipasi dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

"Kami juga mengingatkan warga yang terpaksa harus keluar rumah agar menggunakan perlindungan yang memadai. Masker N95, KN95, KF94, FFP2 maupun masker medis yang digunakan dengan benar dianjurkan untuk mengurangi paparan partikel abu," jelasnya.

Selain masker, warga diminta menggunakan kacamata pelindung, pakaian berlengan panjang, celana panjang dan alas kaki tertutup. Masyarakat juga diminta menghindari penggunaan lensa kontak serta tidak mengucek mata apabila terkena abu vulkanik.

Perlindungan juga harus dilakukan di dalam rumah. Rafieq meminta masyarakat menutup pintu dan jendela, serta melindungi penampungan air, makanan dan minuman agar tidak terkontaminasi abu.

“Ketika membersihkan abu, basahi terlebih dahulu agar tidak beterbangan dan hindari menyapu dalam keadaan kering,” imbau Rafieq.

Ia menekankan masyarakat harus segera mendapatkan pertolongan medis apabila mengalami gejala serius seperti sesak napas, nyeri dada, batuk terus-menerus, mata nyeri dan merah, bibir atau ujung jari kebiruan, kejang, penurunan kesadaran maupun keluhan yang semakin berat.

Peringatan tersebut bukan tanpa alasan. Pemerintah dan lembaga terkait terus memantau perkembangan sebaran abu vulkanik karena arah dan jangkauannya dapat berubah mengikuti kondisi angin.

BMKG pada Senin pagi, 7 September 2026, masih mengidentifikasi adanya dua klaster sebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Di tengah situasi tersebut, Rafieq mengajak masyarakat tidak panik tetapi tetap disiplin mengikuti informasi resmi pemerintah. Ia menekankan bahwa upaya sederhana seperti mengurangi aktivitas luar ruangan, memakai masker dan menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian penting dari mitigasi.

“Mari jaga diri, keluarga, dan lingkungan kita. Tetap waspada dan saling menjaga,” tandasnya.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari