Thursday, 10 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Besok Sekolah di Lampung Kembali Tatap Muka, Diawali Salat Istisqa dan Pembersihan Abu Vulkanik

10 September 2026 15:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 4 kali
Bagikan:
Besok Sekolah di Lampung Kembali Tatap Muka, Diawali Salat Istisqa dan Pembersihan Abu Vulkanik
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

pembelajaran di satuan pendidikan kembali diadakan secara tatap muka mulai besok ,Jumat (11/9/2026), setelah sebelumnya acara belajar mengajar dilakukan melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik di beragam wilayah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, mengungkapkan keputusan untuk kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka tersebut dilakukan sesuai arahan Orang nomor satu di Lampung.

Namun, pelaksanaan pembelajaran tatap muka akan diawali dengan beragam langkah antisipasi untuk memastikan kondisi sekolah dan lingkungan belajar aman serta nyaman bagi para siswa maupun guru.

"Mulai besok kami kembali melakukan pembelajaran secara tatap muka sesuai dengan arahan Pak Gubernur," kata Thomas saat memberikan keterangan di Pusdalops BPBD Lampung, Kamis (10/9/2026).

Thomas mengungkapkan, sebelum acara belajar mengajar dimulai, seluruh satuan pendidikan di Lampung akan melaksanakan doa bersama dan salat Istisqa secara berjamaah.

acara tersebut dilakukan sebagai bentuk ikhtiar dan doa agar kondisi cuaca segera membaik, hujan turun, serta masyarakat diberikan keselamatan di tengah kondisi kemarau dan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Dalam proses pembelajaran tatap muka diawali dengan doa bersama, salat Istisqa bersama berjamaah di satuan pendidikan masing-masing untuk berdoa. Mudah-mudahan kejadian hari ini terkait dengan erupsi, kemudian kemarau, mudah-mudahan kita berdoa segera diturunkan hujan," ujarnya.

Setelah pelaksanaan salat Istisqa, masing-masing satuan pendidikan juga diminta kembali melakukan pengecekan terhadap kondisi lingkungan sekolah.

Thomas menggarisbawahi, petugas kebersihan bersama guru dan pihak sekolah harus memastikan ruang kelas maupun lingkungan sekolah benar-benar dalam kondisi bersih dari abu vulkanik sebelum siswa mengikuti pembelajaran tatap muka.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mencegah siswa maupun guru terpapar abu vulkanik yang masih mungkin terdapat di dalam ruangan maupun di lingkungan sekolah.

"Kemudian yang kedua setelah diadakan salat Istisqa, nanti satuan pendidikan kembali bersama para siswa dan para guru memastikan petugas kebersihan untuk mengecek kembali lingkungan kelas dan lingkungan sekolah benar-benar steril dan bersih," jelasnya.

Ia menginginkan proses pembersihan tersebut dapat memastikan acara pembelajaran berlangsung dengan nyaman dan tidak menimbulkan risiko kesehatan akibat paparan abu vulkanik.

"Sehingga proses pembelajaran secara tatap muka bisa diadakan dengan nyaman. Abu vulkanik dipastikan tidak lagi ada di dalam kelas maupun lingkungan sekolah, sehingga anak-anak betul tidak terkontaminasi oleh abu vulkanik," lanjut Thomas.

Meski pembelajaran kembali dilakukan secara tatap muka, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung tetap meminta seluruh satuan pendidikan meningkatkan kewaspadaan.

Guru dan siswa diminta mengurangi acara yang dilakukan di luar ruang kelas selama proses pembelajaran berlangsung.

Hal tersebut menjadi salah satu langkah untuk meminimalkan potensi paparan abu vulkanik, terutama apabila kondisi lingkungan masih dipengaruhi sebaran abu.

"Selama proses pembelajaran, kami minta satuan pendidikan, baik itu guru dan siswa, menghindari atau mengurangi acara di luar kelas," kata Thomas.

Selain membatasi aktivitas di luar ruangan, pihak sekolah juga diminta tetap menerapkan protokol kesehatan dan menjaga kondisi kesehatan seluruh warga sekolah.

Thomas menekankan pentingnya kepatuhan terhadap berbagai langkah pencegahan sebagai bentuk kewaspadaan selama aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berlangsung.

"Kemudian juga menjaga atau mematuhi protokol kesehatan untuk bagaimana kita meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan kita," pungkasnya.

Dengan kebijakan tersebut, satuan pendidikan di Lampung secara resmi kembali mengalihkan pola pembelajaran dari PJJ menjadi pembelajaran tatap muka.

Meski demikian, pelaksanaan acara belajar mengajar akan tetap disertai langkah-langkah mitigasi, mulai dari doa bersama dan salat Istisqa, memastikan kebersihan lingkungan sekolah dari abu vulkanik, membatasi aktivitas di luar kelas hingga menjaga protokol kesehatan.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Lampung untuk memastikan acara pendidikan tetap berjalan, namun dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan siswa, guru, serta seluruh warga sekolah di tengah kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari