BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Kupastuntas.co, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hampir separuh wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori tinggi hingga sangat tinggi pada Desember 2026. Pada saat yang sama, musim hujan 2026/2027 di sebagian besar wilayah Tanah Air diprediksi berlangsung lebih pendek dibandingkan kondisi normal.
Berdasarkan Buletin Informasi Iklim BMKG Oktober 2026, curah hujan kategori tinggi hingga sangat tinggi pada Desember diperkirakan terjadi di 49,94 persen wilayah Indonesia. Sementara itu, 49,53 persen wilayah diprediksi mengalami hujan kategori menengah dan hanya 0,50 persen yang diperkirakan mengalami curah hujan kategori rendah.
Puncak musim hujan pada Desember diperkirakan terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera dan Kalimantan, serta beragam kawasan di Sulawesi, Maluku, dan Papua. Kondisi ini menunjukkan bahwa distribusi hujan tidak akan merata di seluruh Indonesia, sehingga setiap daerah perlu memperhatikan perkembangan prakiraan cuaca sesuai wilayah masing-masing.
Memasuki Januari 2027, BMKG memperkirakan 47,25 persen wilayah Indonesia masih akan mengalami curah hujan kategori tinggi hingga sangat tinggi. Adapun 50,42 persen wilayah diprediksi mengalami hujan kategori menengah dan 2,34 persen masuk kategori rendah. Pada periode ini, sebagian wilayah Indonesia juga diprakirakan mengalami hujan yang lebih basah daripada kondisi normal.
Dari sisi sifat hujan, pada Desember 2026 sebanyak 37,84 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami hujan di atas normal, 45,37 persen berada pada kategori normal, dan 16,79 persen mengalami hujan di bawah normal. Sementara pada Januari 2027, wilayah dengan sifat hujan di atas normal diperkirakan mencapai 41,32 persen, kategori normal 38,19 persen, dan di bawah normal 20,49 persen.
BMKG juga memperkirakan awal musim hujan berlangsung secara bertahap. Pada November 2026, sebanyak 185 zona musim (ZOM) atau sekitar 24,66 persen dari luas daratan Indonesia diprakirakan mulai memasuki musim hujan. Jumlah tersebut diperkirakan meningkat menjadi 266 ZOM pada Desember 2026, dengan pergerakan awal musim hujan secara umum dari Sumatera bagian utara menuju wilayah lainnya.
Meski beragam daerah diprediksi mengalami hujan dengan intensitas tinggi, durasi musim hujan 2026/2027 di banyak wilayah justru diperkirakan lebih pendek dari biasanya. BMKG memprakirakan kondisi tersebut terjadi pada 482 ZOM atau sekitar 51,90 persen luas daratan Indonesia. Wilayahnya mencakup sebagian besar Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, beragam kawasan Kalimantan dan Sulawesi, serta sebagian Maluku dan Papua.
Sebaliknya, musim hujan yang lebih panjang diprediksi terjadi di 60 ZOM. Wilayah tersebut antara lain meliputi sebagian Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jawa, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Perbedaan durasi ini menunjukkan bahwa pola musim hujan antardaerah dapat bervariasi meskipun berlangsung pada periode yang sama.
Adapun puncak musim hujan diprakirakan terjadi secara bertahap mulai Desember 2026 hingga Februari 2027. Pada Februari 2027, beragam wilayah yang diperkirakan mencapai puncak musim hujan meliputi sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Papua, serta sebagian Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, Sulawesi Barat bagian selatan, dan Sulawesi Tenggara bagian selatan.
Prakiraan tersebut menjadi gambaran awal bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengantisipasi perubahan kondisi cuaca, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami curah hujan tinggi. Namun, prakiraan musim bersifat umum dan berbeda dari prakiraan cuaca harian, sehingga perkembangan informasi terbaru dari BMKG tetap perlu dipantau.