BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Program Tailor Made Training (TMT) dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendapat respons dari masyarakat Lampung. Hingga Selasa (13/10/2026), lebih dari 200 proposal pelatihan telah diajukan dengan jumlah penerima manfaat mencapai lebih dari 3.900 orang.
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Lampung menargetkan jumlah peserta yang memperoleh manfaat dari program pelatihan berbasis kebutuhan tersebut meningkat menjadi sekitar 5.000 orang hingga Desember 2026.
Kepala Disnaker Provinsi Lampung, Agus Nompitu, menyampaikan usulan pelatihan datang dari berbagai kelompok masyarakat dan komunitas. Jenis pelatihan yang diajukan pun beragam, mulai dari pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), keterampilan teknis, hingga manajemen bisnis.
"Hingga saat ini terdapat lebih dari 200 proposal yang masuk ke Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung dan ada sekitar 3.900 orang lebih yang menerima manfaat," kata Agus saat dimintai keterangan, Selasa (13/10/2026).
Ia menginginkan jumlah penerima manfaat terus bertambah dalam dua bulan terakhir tahun ini. Dengan begitu, semakin banyak masyarakat yang dapat mengakses pelatihan sesuai kebutuhan keterampilan dan bidang usaha masing-masing.
"Harapannya, sampai bulan Desember jumlah penerima manfaat bisa menembus angka 5.000-an orang," tuturnya.
Agus menjelaskan, setiap usulan akan diarahkan sesuai kebutuhan kelompok pengusul. Pendekatan ini memungkinkan pelatihan disusun berdasarkan keterampilan yang ingin dikuasai peserta, baik untuk meningkatkan peluang memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
"Macam-macam usulannya, ada yang dari UMKM, pelatihan deputable, serta berbagai jenis pelatihan lainnya termasuk manajemen bisnis," kata dia.
Dalam pelaksanaannya, kelompok pengusul diperbolehkan mencari instruktur sesuai bidang keahlian yang dibutuhkan. Sementara itu, pembiayaan pelatihan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan mengikuti ketentuan yang berlaku.
"Nantinya pelatihan akan dikelompokkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Instruktur boleh dicari sendiri, tetapi segala sesuatunya dibiayai oleh APBN," ujar Agus.
Program TMT merupakan pelatihan vokasi yang dirancang berdasarkan kebutuhan peserta, pasar kerja, dan dunia industri. Melalui skema tersebut, materi pelatihan diharapkan lebih relevan dengan kebutuhan di lapangan sehingga keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk bekerja atau mengembangkan usaha. (*)