Thursday, 22 October 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Jelang Nataru, Pemkot Bandar Lampung Siapkan Pasar Murah di 20 Kecamatan

22 October 2026 21:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 4 kali
Bagikan:
Jelang Nataru, Pemkot Bandar Lampung Siapkan Pasar Murah di 20 Kecamatan
Foto: Radar Lampung

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

BANDAR LAMPUNG- Menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru), potensi kenaikan harga bahan pokok mulai menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung.

Dinamika fluktuasi harga pangan yang kerap bergejolak pada momentum hari besar keagamaan nasional berisiko menurunkan daya beli masyarakat di Kota Bandar Lampung 

Guna mengantisipasi dampak tersebut, Pemkot Bandar Lampung melalui Dinas Perdagangan mengambil langkah proaktif dengan merancang program pasar murah bersubsidi.

Program intervensi pasar ini dihadirkan khusus untuk menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi daerah, sekaligus membantu pemenuhan gizi masyarakat.

Berdasarkan skenario yang disusun, aktivitas pasar murah direncanakan mulai bergulir pada awal Desember 2026 mendatang.

Guna memastikan manfaatnya dirasakan secara merata, pasar murah bakal menjangkau seluruh wilayah kecamatan yang ada di Bandar Lampung.

Kepala Dinas Perdagangan Bandar Lampung, Erwin, mencatat total terdapat 20 titik lokasi yang disiapkan untuk menampung seluruh alokasi aktivitas tersebut.

Artinya, setiap kecamatan di Kota Bandar Lampung dipastikan memperoleh alokasi minimal satu titik pelaksanaan pasar murah.

Kendati demikian, intensitas pelaksanaan di setiap wilayah masih akan disesuaikan dengan fleksibilitas dan ketersediaan anggaran daerah.

Pihak Dinas Perdagangan bahkan membuka ruang untuk menambah frekuensi aktivitas jika alokasi anggaran operasional mendukung.

Kadisdag Bandar Lampung Erwin menekankan, program ini dirancang murni untuk menopang ketahanan ekonomi warga menengah ke bawah.

"Pasar murah ini dalam rangka menekan kenaikan harga-harga menjelang hari besar nasional, sekaligus membantu masyarakat meningkatkan daya beli," ujar Erwin.

Dalam pelaksanaannya, beragam barang kebutuhan pokok utama disiapkan secara rinci mulai dari beras, gula pasir, telur, minyak goreng, hingga tepung terigu.

Untuk menyokong kelancaran stok bahan pangan tersebut, Pemkot Bandar Lampung berkolaborasi intensif dengan beragam perusahaan ritel modern.

Menariknya, perhatian Pemkot tak hanya tertuju pada komoditas pabrikan, melainkan juga pasokan hortikultura sensitif seperti cabai merah dan bawang.

Menyiasati potensi kelangkaan, Pemkot Bandar Lampung resmi menjalin kemitraan strategis bersama Bank Indonesia (BI) melalui petani binaan.

Langkah taktis ini diambil guna membentengi ketercukupan stok hortikultura dari ancaman kegagalan panen akibat fenomena iklim.

"Kita bekerja sama dengan BI melalui petani-petani binaan. Mudah-mudahan ketersediaannya cukup, karena kondisi sekarang kemarau panjang dan banyak yang mengalami gagal panen," jelas Erwin.

Untuk memaksimalkan keringanan warga, Pemkot mengucurkan skema subsidi langsung, seperti subsidi harga beras sebesar Rp5.000 per kilogram.

Melalui subsidi silang dan pasar murah terpadu ini, Pemkot Bandar Lampung optimistis dapat menjaga kondusivitas ekonomi warga hingga pergantian tahun. 

 

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari