BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Aksi dugaan percobaan pembegalan terjadi di wilayah Indra Putra Subing, Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah, pada Sabtu, 19 September 2026, sekitar pukul 18.06 WIB atau menjelang waktu Magrib.
Dalam kejadian tersebut, seorang perempuan diduga menjadi korban setelah dua orang yang berboncengan sepeda motor menghampirinya dengan modus menanyakan alamat seseorang.
Bela, keluarga korban, menuturkan peristiwa itu terjadi setelah adiknya pulang dari acara kerja kelompok di rumah temannya.
"Kejadian pada 19 September 2026, 18:06 sore hari menjelang Magrib. Adek saya habis pulang kerja kelompok di rumah teman," kata Bela, keluarga korban.
Berdasarkan rekaman CCTV yang dilihat keluarga serta cerita dari orang di rumah, korban diduga telah diikuti oleh dua orang tersebut sejak berada di jalan arah Indra Putra Subing, Dusun 01, Lampung Tengah.
"Kalau saya lihat dari videonya, adik saya sudah diikuti sama dua orang tersebut di jalan arah Indra Putra Subing, Dusun 01, Lampung Tengah," ujarnya.
Setibanya di depan rumah, korban kemudian membuka pintu gerbang. Dua orang tersebut disebut sempat memutar balik dan menghampiri korban dengan alasan hendak menanyakan alamat rumah seseorang yang sedang mereka cari.
"Lalu sampai depan rumah adik saya buka pintu gerbang, dua orang tersebut putar balik untuk menanyakan alamat rumah orang yang sedang mereka cari. Lalu adik saya menjelaskan alamat rumah tersebut," jelasnya.
Namun, situasi kemudian berubah. Salah satu pelaku yang disebut menggunakan helm berwarna kuning turun dari sepeda motor dan diduga menodongkan pisau kepada korban.
"Tiba-tiba salah satu dari mereka ada turun dari motor, yaitu helm kuning. Adik saya ditodong pisau," ungkap Bela.
Korban disebut langsung berteriak dan berusaha mendorong pelaku. Dalam situasi tersebut, korban juga disebut terlibat perebutan sepeda motor dengan pelaku.
"Adik saya sudah jerit-jerit sambil dorong orang tersebut. Karena badan orang tersebut gendut, orang itu tidak jatuh. Lalu adik sama orang itu rebutan motor, posisi tangan kanan orang itu rebutan motor dengan adik saya, tangan kiri tetap megang pisau," paparnya.
Bela menuturkan pisau tersebut bahkan berada di dekat bagian perut korban. Meski demikian, korban terus berteriak meminta pertolongan kepada penghuni rumah.
"Pisau tersebut sudah di dekat perut adik saya. Adik saya tetap jerit-jerit manggil orang rumah," ujarnya.
Beruntung, saat kejadian salah satu anggota keluarga korban masih berada di teras samping rumah. Mendengar teriakan korban, anggota keluarga tersebut kemudian berteriak dan keluar rumah.
"Alhamdulillahnya di situ mas saya masih di teras samping rumah nunggu adik saya pulang. Dengar adik saya jerit, mas saya pun ikut jerit dan keluar rumah," katanya.
Sebelum anggota keluarga korban keluar mendekati lokasi, dua orang tersebut disebut langsung melarikan diri dan tidak berhasil membawa sepeda motor yang diduga menjadi sasaran.
"Sebelum mas keluar rumah, dua orang tersebut langsung kabur tanpa membawa motor yang mau diambilnya," tuturnya.
Bela menggarisbawahi, kronologi tersebut diperoleh keluarga berdasarkan rekaman CCTV dan cerita dari orang yang berada di rumah saat kejadian.
"Begitu kronologi yang saya dapat dari video CCTV dan cerita dari orang rumah. Kurang lebihnya," paparnya. (Ma)